SLEMAN – Sebanyak 12 ton bantuan untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diterbangkan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Adisutjipto Sabtu pagi (11/8). Bantuan dari TNI, Polri, pemernitah daerah, dan masyarakat DIJ tersebut diangkut dengan pesawat Hercules A1315.

”Organisasi masyarakat cukup antusias termasuk para mahasiswa dan pelajar, sampai detik ini bantuan masih datang ke posko bantuan untuk Lombok,” jelas Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Tedy Rizalihadi di sela pemberangkatan bantuan.

Dia menjelaskan, dikarenakan kemampuan pesawat Hercules hanya 12 ton, maka sortir pertama diberangkatkan 12 ton dulu. ”Total ada 1.601 koli atau kardus,” tambahnya.

Sejak dibukanya posko bantuan untuk Lombok di Lanud Adisutjipto pada Senin (6/8) lalu, hingga kemarin telah terkumpul lebih dari 20 ton bantuan. Terdiri dari makanan, obat-obatan, pakaian, tikar, dan selimut yang dibutuhkan masyarakat Lombok.

”Kami akan meminta lagi pada mabes AU (Angkatan Udara) untuk mengirim kembali menggunakan pesawat Hercules atau CNN untuk melanjutkan mengirim bantuan pada masyarakat di Lombok,” kata Tedy.

Pihaknya sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat DIJ yang sangat tinggi. Tedy mengatakan, bantuan untuk lombok menumpuk di Jakarta. Ketika stok Jakarta sudah agak berkurang, baru pemberangkatan bantuan logistik digeser ke Jogjakarta.

”Kami kirim bantuan sampai dengan Lombok recovery, kami dapat informasi bahwa sampai detik ini masih sering terjadi gempa walaupun dengan kekuatan 4 atau 5 skala richter (SR),” tuturnya.

Tedy menambahkan, sebanyak 3.000 warga korban gempa ditampung di Lanud Rembiga. Pihak Lanud Adisutjipto akan memberangkatkan pesawat Hercules untuk mendukung makanan untuk warga yang ditampung di Lanud Rembiga.

”Yang dibutuhkan berdasarkan hasil koordinasi kami adalah obat-obatan dan selimut. Untuk makanan mi instan agak dikurangi karena sudah menumpuk,” tandasnya. (tif/ila/mg1)