GUNUNGKIDUL – Sejumlah daerah terjadi pro kontra imunisasi Measles Rubella (MR). Alasan penolakan beragam, salah satunya menilai vaksin MR haram. Namun tidak terjadi penolakan imunisasi MR di Gunungkidul.
Bertempat di SD Muhammadiyah Wareng, Wonosari digelar imunisasi MR kemarin. Imunisasi tersebut untuk memeroleh kekebalan terhadap penyakit measles/campak dan rubella/campak jerman.

Kepala SD Muhammadiyah Wareng Ngajiran mengatakan tidak ada larangan dari pengurus Muhammadiyah Gunungkidul terkait imunisasi MR. Namun dia masih khawatir persoalan halal haram imunisasi MR karena belum ada sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Harapan kami segera ada kejelasan terkait hal tersebut,” kata Ngajiran di sela pemberian imunisasi kepada anak didiknya.

Kepala SD Siraman II Wonosari Parni meyakini vaksin MR sudah halal. Karena dijamin oleh pemerintah. Pihaknya bersyukur sosialisasi imunisasi MR mendapat sambutan hangat dari wali murid.
“Tidak ada penolakan, anak didik kami mendapatkan imunisasi MR,” kata Parni.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Priyanta Madya Satmaka mengatakan imunisasi MR sudah dilaksanakan mulai awal Agustus. “Target imunisasi MR 61.611 siswa kelas 1 SD,’’ ujar Priyanta.
Dinkes juga melakukan imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) untuk mencegah penyakit kanker leher Rahim. ‘’Adapun yang ditarget 4.717 siswa perempuan kelas 6,” kata Priyanta.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan imunisasi MR halal. Namun belum ada labelnya. “Imunisasi MR jalan terus,” kata Dewi. (gun/iwa/mg1)