SLEMAN – Cemburu buta menyebabkan Oxsan Ade Putra, 21, dan Anugrah Fajar Setiawan, 21, mendatangi Pogung Rejo, Sinduadi, Mlati (2/8). Mereka mencari Kom yang menantang Oxsan duel.

Perkara berawal karena Kom cemburu Oxsan dekat dengan mantan pacarnya. Padahal Oxsan dan Kom saling kenal dan sempat berteman.
“(Saya) kenal sudah lama sama Kom. Dia tidak terima karena mantan pacarnya jalan sama saya. Nantang duel lewat status Whatsapp (WA),” kata Oxsan saat pengungkapan kasus di Mapolsek Mlati Kamis (9/8).

Kom mengetahui mantan pacarnya dekat dengan Oxsan lewat status WA Oxsan. Kom melihat foto mereka berdua. Lalu Kom menantang Oxsan duel. Pemuda pengangguran itu pun meladeni tantangan Kom.
Mengendarai Honda Vario AB 2544 Q, Oxsan mencari Kom. Dia mengajak Fajar melampiaskan emosi. Sebelumnya, keduanya mengonsumsi minuman beralkohol (mihol).

“Baru jalan (berpacaran) dengan saya sekitar lima hari. Saya bawa celurit, teman saya bawa kerambit. Celurit dibeli Rp 150 ribu untuk jaga-jaga saja,” ujar warga Sinduadi, Mlati.
Sebelum bertemu Kom, keduanya ditangkap personel Polsek Mlati. Polisi mendapat laporan warga ada dua orang meresahkan. Oxsan mengayun-ayunkan celurit kepada warga yang melintas.

Fajar hanya diam duduk di motor menyaksikan Oxsan mengayun-ayunkan celurit. Fajar membawa kerambit di saku celananya.
“Keduanya ditangkap dengan bukti senjata tajam di tangan. Kami kenai Pasal 2 Ayat (1) UU 12/1951 ancaman 10 tahun,” jelas Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu.

Dia memastikan kedua pelaku tetap disanksi. Memang tidak ada korban dari aksi mereka, namun UU Darurat mengatur individu yang terbukti menguasai, memiliki dan membawa senjata tajam tanpa kepemilikan yang sah bisa dikenai sanksi.
“Belum sempat melukai siapapun. Memang sempat mengacungkan celurit ke arah warga. Berawal dari ditegur lalu ada aksi acungkan celurit itu,” ujar Yugi. (dwi/iwa/mg1)