BANTUL – Meski beda kasta, nyatanya Persija Jakarta cukup kesulitan untuk bisa menggulung Persikabo Kabupaten Bogor pada babak 124 besar Piala Indonesia di Stadion Sultan Agung Kamis (9/8). Macan Kemayoran- julukan Persija Jakarta hanya mampu menang tipis 2-0 atas tim dari kasta ketiga Liga Indonesia itu.

Persija Jakarta sebenarnya sempat unggul cepat dari titik putih. Tendangan Renan Da Silva di menit ke-6 membawa keunggulan Persija Jakarta. Terus menekan, Persija tampak kesulitan untuk menambah gol.

Trio penyerang Bambang Pamungkas, Osas Marvellous, dan Rudi Widodo tampak seperti bermain sendiri-sendiri. Akibatnya, serangan yang diciptakan oleh barisan Persija kurang greget. Sampai wasit Mulyana meniup peluit istirahat, tidak ada perubahan skor.

Di babak kedua, Persija meningkatkan serangan dengan mengubah komposisi permainan dengan memasukan Marko Simic menggantikan Bambang. Selain itu, Yan Pirter Kornelis pun diganti Fitra Ridwan.

Begitu juga dengan Persikabo. Untuk bisa membalas ketertinggalan, pelatih Persikabo, Wawan Darmawan memankan striker Aidil Usman Diara.

Pergantian pemain di tubuh Persija memang membuahkan hasil. Sebuah umpan lop manis melalui osas, berhasil dikonversi gol oleh Simic. Namun sayang, wasit meniup peluit menganulir gol karena Simic berada pada posisi offside.

Sepuluh menit jelang pertandingan Persija terus menekan. Di menit ke-81, umpan crossing Fitra Ridwan mampun dikonversi menjadi gol melalui sundulan, Osas. Torehan gol Osas menjadi gol penutup yang mengantarkan Macan Kemayoran lolos ke 64 besar Piala Indonesia.

Pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra Teco mengatakan, laga kali ini merupakan kesempatan beberapa pemain, untuk menjadi evaluasi. “Kami bisa cetak gol cepat itu cukup bagus,” katanya.

Dikatakan setelah gol cepat, memang pemain menurunkan tempo permainan. Hal itu yang membuat Persija main seperti tak memiliki power. “Memasuki babak kedua saya minta mereka main dengan tempo tinggi lagi,” jelasnya.

Pelatih Persikabo Wawan Darmawan mengatakan, meski kalah perjuangan timnya cukup baik. Di babak pertama, timnya bisa menguasai pertandingan. “Saya cukup puas mereka bisa memberikan perlawan. Karena secara kasta kami berbeda,” jelas Wawan. (bhn/din/mg1)