KULONPROGO – Dua kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kulonprogo kemarin (9/5). Raditya, 36, warga Saraban, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul tewas dalam kecelakaan tunggal di Jalan Brosot – Nagung, Kulonprogo sekitar pukul 04.15. Lokasi laka tepatnya di Simpang Tiga Pengkol, Desa Gotakan, Kecamatan Panjatan. Mobil Suzuki Baleno AB 1582 WH yang dikendarai Raditya terjun masuk ke sungai sedalam empat meter. Sopir diduga mengantuk, sehingga menyebabkan laju kendaraan labil dan tak terkendali. Dua penumpang mobil, M.Khumarudin,37, dan Antoro,39, selamat meski mengalami luka-luka dan trauma. Keduanya warga Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Kanitlaka Satlantas Polres Kulonprogo Ipda Agus Kisnendar menjelaskan, peristiwa nahas itu bermula ketika Suzuki Baleno melaku dari arah barat ke timur. Sesampai di lokasi kejadian mobil keluar dari bahu jalan dan menabrak pembatas marka, kemudian terjun ke sungai. “Kronologinya seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Agus, korban meninggal ketika dibawa ke RSUD Wates. Nyawa Raditya tak terselamatkan. Dugaan sementara Raditya kehabisan udara karena terlalu lama tenggelam di dalam air sungai. “Tubuh korban terjepit body mobil sehingga sulit dievakuasi,” jelas Agus.

Tak lama setelah mengevakuasi korban polisi mendatangkan mobil derek untuk mengangkat bangkai mobil dari aliran sungai kecil itu.
Sementara itu, kecelakaan lalu lintas juga terjadi di Dusun Ngroto, Pendoworejo, Girimulyo. Diduga mengalami rem blong, truk bermuatan penuh tebu terjun bebas ke jurang sedalam 15 meter. Beruntung pengemudi Arif Setiawan selamat. Kendati demikian, warga Argodadi, Sedayu, Bantul itu mengalami luka patah kaki dan beberapa luka lecet di sekujur tubuhnya. Saat ini Arif masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nanggulan, Kulonprogo.

Banit Shabara Polsek Girimulyo Aipda Sapto Hardoyo mengungkapkan, truk bermuatan tebu itu melaju dari Samigaluh dengan tujuan Kota Jogja. Saat melintas di jalan turunan truk bernopol AA 1462 LK hilang kendali dan masuk ke jurang.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara tak ada bekas pengereman ban,” katanya. Sebelum terjun ke jurang truk lebih dulu menabrak pohon dan tugu di pinggir jalan. “Truk berhenti ya setelah terperosok ke jurang dan tersangkut pohon,” tutur Sapto.

Saksi mata Aris Marwan menambahkan, jalanan di Pendoworejo memang termasuk kawasan rawan kecelakaan lalu lintas. Kontur jalan berupa tanjakan dan kelokan tajam menjadi penyebab utama kecelakaan. (tom/yog/mg1)