JOGJA – Bagi penderita diabetes, konsumsi kalori harian harus diperhatikan agar tidak terjadi penumpukan lemak karena kelebihan asupan kalori dalam tubuh juga menyebabkan obesitas. Apabila hal itu terjadi, pasien diabetes akan menderita penyakit komplikasi.

Melihat hal ini, Program Magister Teknik Informatika, FTI UII mencoba menciptakan sistem berbasis mobile web yang memberikan rekomendasi pilihan menu makanan sesuai dengan jumlah asupan kalori per waktu makan. “Aplikasi ini lebih ditargetkan untuk pasien rawat jalan penderita diabetes mellitus tipe 2 yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Dengan penerapan sistem ini, asupan makanan yang dikonsumsi pasien dapat lebih terkontrol,” ujar dosen Magister TI UII Izzati Muhimmah kepada wartawan di FTI UII, Kamis (9/8).

Lebih lanjut Izzati menjelaskan, penerapan sistem ini juga ditujukan untuk mencegah hiperglikemia (kadar gula darah berlebih) dan hipoglikemia (kadar gula darah rendah) akibat pola makan yang tidak baik. Sistem ini ditargetkan untuk digunakan oleh pasien rawat jalan penderita diabetes mellitus tipe 2 atau pendamping yang memiliki akses untuk menggunakan sistem. Sangat disarankan bahwa penggunaan sistem dilakukan oleh pasien sendiri.
“Dengan begitu, data yang diinputkan akan lebih akurat dan pasien bisa mendapatkan pengetahuan secara langsung oleh sistem, serta mencegah kesalahan komunikasi yang mungkin terjadi antara pasien dan pendamping,” ungkapnya.

Disarankan agar pasien menggunakan sistem sampai mencapai berat badan ideal. Penerapan sistem dilakukan di Indonesia, dengan pengetahuan mengenai menu makanan yang didapatkan dari berbagai sumber lokal dan internasional. Sistem ini sudah diujikan di Instalasi Gizi, RSU Islam Harapan Anda, Tegal, dan beberapa masukan dari nutritionist sedang dilengkapi untuk kesiapan penerapannya.

Mahasiswi Magister Teknik Informatika Konsentrasi Informatika Medis Latri Wulansuci memaparkan, sistem yang dibuat merupakan aplikasi berbasis mobile. Dalam penerapannya bisa dilakukan melalui web browser dari perangkat yang tersambung dengan internet. Cara penggunaan sistem ini pun cukup mudah. Pertama, pasien membuka aplikasi melalui web browser dan melakukan login. Kemudian memasukkan pada data berat badan dan tinggi badan terakhir untuk dianalisis oleh sistem.

“Sistem akan menghitung asupan kalori harian dan jumlah kalori per waktu makan berdasarkan berat badan dan tinggi badan pasien itu. Kemudian pasien memberikan perintah kepada sistem untuk menampilkan rekomendasi menu makanan per waktu makan dengan menggunakan fitur Diary,” jelas Latri.

Setelah alur itu dilakukan, sistem akan menampilkan rekomendasi menu makanan sesuai asupan kalori pasien. Diinformasikan dari Data International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2017, penderita diabetes di Indonesia dari 10 juta orang dan diprediksi akan terus meningkat dan mencapai angka 16 juta orang pada 2045. Angka ini membuat Indonesia masuk dalam salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes yang tergolong tinggi. Pola makan menjadi salah satu faktor yang paling mempengaruhi kondisi penderita diabetes. (ita/laz/mg1)