Penari anak menghibur hadirin. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA – Ratusan anak dari lima kabupaten/kota se-DIJ berkumpul di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta Kamis (9/8). Kehadiran mereka dalam rangka memperingati puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2018.

Melalui HAN kali ini Pemprov DIJ mendorong seluruh anak di wilayah Jogjakarta tumbuh menjadi generasi genius. Ini sebagaimana tema besar HAN 2018, “Anak Jogja Harus Genius Membangun Solidaritas dan Toleransi untuk Maju, Berprestasi, dan Berbagi”. Genius di sini merupakan akronim gesit, empati, berani, unggul, dan sehat.

Kepala Badan Pemeberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIJ Arida Oetami menjelaskan, gesit itu dalam melaksanakan tugas sesuai tahap perkembangannya. Sedangkan empati artinya mampu merasakan yang dirasakan orang lain. Berani ditujukan untuk menggali rasa kepercayaan diri yang kuat pada anak. Sementara unggul lebih diutamakan pada hal-hal kebaikan. Serta sehat berarti bebas dari segala penyakit, baik fisik maupun psikis. Lebih dari itu, anak-anak Jogjakarta didorong untuk menggali kemampuan diri dan mengembangkan rasa solidaritas, toleransi, serta bekerja sama untuk menggapai prestasi. “Semua itu bertujuan menumbuhkan kepedulian anak dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas,” ujar Arida.

Dalam kesempatan itu Arida mengklaim bahwa pembinaan anak di wilayah DIJ saat ini telah on the track. Buktinya, DIJ mendapatkan beberapa penghargaan dalam pengembangan wilayah layak anak. Di antaranya, Pemprov DIJ ditahbiskan sebagai provinsi penggerak pengembangan kabupaten/kota layak anak. Serta keberhasilan Pemkot Jogja dan Pemkab Sleman meraih tingkat nindya dalam pengembangan kabupaten/kota layak anak. Sedangkan Pemkab Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo meraih kategori madya.

Adapun penghargaan lain terkait pengembangan daerah layak anak, di antaranya, keberhasilan Pemkab Kulonprogo dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Dalam program ini Pemkab Kulonproto mendapat predikat terbaik di Indonesia. Lalu penghargaan inisiator pembentukan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak bagi Pemkab Bantul dan Sleman. Kemudian penghargaan pembinaan forum anak terbaik bagi Pemprov DIJ dan Pemkab Sleman, serta DAFA Award kategori pendidikan bagi Forum Anak Gunungkidul.
Sekprov DIJ Gatot Saptadi menambahkan, anak adalah masa depan bangsa.

Karena itu setiap anak perlu mendapat pembentukan mental tanpa menghilangkan hak-hak mereka.”Hal ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen pembangunan,” tegasnya.

Gatot mengapresiasi berbagi bentuk penghargaan yang diraih dalam pengembangan daerah layak anak. Dia berharap, pengembangan kabupaten/kota layak anak tak berhenti sampai di sini. Tapi berkelanjutan. Sehingg tak sekadar untuk meraih penghargaan. “Setiap pemerintah daerah harus bisa memberikan dampak nyata secara menyeluruh. Agar benar-benar tercapai DIJ yang layak anak” tuturnya.

Adapun acara puncak peringatan HAN 2018 dimeriahkan paduan suara siswa SMP Stella Duce 2 Kota Jogja, penari anak-anak binaan Dinas Pariwisata DIJ, polisi cilik binaan Polda DIJ, dan penampilan penari Sanggar Tari Pujokusuman. (cr5/yog/mg1)