KULONPROGO – Sebanyak 20 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang diusung sejumlah partai politik (parpol) di Kulonprogo tidak lolos verifikasi. Salah satunya dicoret karena mantan narapidana.
Komisioner KPU Kulonprogo Panggih Widodo mengatakan, dari 15 parpol, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tidak mengajukan calon. Dalam proses pendaftaran, ada 417 bacaleg yang didaftarkan di lima daerah pemilihan (dapil).

“Hasil verifikasi ada sebagian yang kurang, kesempatan untuk menyempurnakan berkas sudah diberikan. Hingga batas akhir perbaikan kami kembali melakukan verifikasi. Hasilnya dari 417 bacaleg, ada 20 yang dinyatakan tidak memenuhi peryaratan,” katanya.
Ditegaskan, ke-20 bacaleg resmi TMS (tidak memenuhi syarat) disebabkan beberapa persyaratan administrasi tidak lengkap. Mulai dari ijazah tidak dilegalisasi, tidak ada lampiran surat keterangan dari pengadilan, tidak ada SKCK hingga permasalahan pidana korupsi.
“Hasil verifikasi terakhir ini sudah final, 20 TMS. Yang tidak lolos tersebar di beberapa parpol,” tegasnya.

Menurutnya, hasil verifikasi akan diumumkan 10 Agustus 2018 sebagai daftar caleg sementara (DCS). Jika ada partai yang keberatan dengan DCS, masih bisa mengajukan sengketa di Bawaslu Kulonprogo.
“Termasuk permasalahan persyaratan yang tidak lengkapnya berkas pendukung. Silakan ajukan sengketa, hasilnya nanti akan kami respons,” ujarnya.

Khusus Bacaleg yang pernah menjadi narapidana kasus korupsi, KPU langsung mencoret. Kendati demikian, parpol diberi kesempatan menggantikan caleg yang bersangkutan, sesuai PKPU No 20 Tahun 2018 Juknis 876 dan 961 Tahun 2018 tentang Pencalonan.

“Sebenarnya kami sudah sosialisasikan ke parpol agar tidak mengusung bacaleg dalam perkara korupsi, narkoba, dan asusila terhadap anak,” katanya.
Ketua KPU Kulonprogo M Isnaeni menambahkan, sebenarnya ada beberapa nama bacaleg yang merupakan mantan narapidana, baik yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan dan menjalani masa tahanan, atau yang hanya dikenai hukuman percobaan. (tom/laz/mg1)