MAGELANG – Koleksi buku di Perpustakaan Daerah Kota Magelang yang berjumlah hampir 20 ribu judul bakal lebih gampang dicari. Itu setelah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang me-launching i-Magelang. Ini adakah aplikasi berbasis internet yang bertujuan mempermudah masyarakat untuk melakukan peminjaman koleksi buku.

”Mereka yang tidak sempat datang ke perpustakaan, bisa langsung membaca buku melalui i-Magelang dengan gratis,” kata Pelaksana Tugas Kepala Disperpusip Pemkot Magelang Triyanto Sutrisno Rabu (8/8). Launching dilakukan di Kantor Diperpusip, Jalan Kartini Kota Magelang.

Aplikasi i-Magelang dapat didownload secara gratis di Playstore. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa membaca buku bacaan kesukaan mereka di mana pun dan kapan pun.”Tentu saja sepanjang ada jaringan internet,” tutur Triyanto.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Suparno, mengapresiasi adanya aplikasi ini. Apalagi salah satu visi dan misi Pemkot Magelang adalah meningkatnya minat baca masyarakat. Adanya kemudahan akses terhadap buku, diharapkan bisa menunjang tujuan tersebut
Dengan aplikasi ini, dia yakin minat baca masyarakat yang menjadi salah satu target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Magelang bisa meningkat.”Karena aplikasi ini terjangkau oleh semua kalangan dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu,” jelasnya.

Menurut Joko, sesuai dengan survei Google, pengguna internet saat ini terus mengalami kenaikan. Peluang itu kemudian dimanfaatkan oleh banyak organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan pelayanan masing-masing. “Peluang tersebut juga kemudian melahirkan trend perpustakaan digital dan perpustakaan virtual. Hal ini merupakan langkah konkrit dalam menjawab dan meningkatkan fungsi pelayanan kepada masyarakat yang peka terhadap perkembangan jaman,” ungkapnya.

Aplikasi i-Magelang merupakan hasil kerja sama Disperpusip dengan PT Woolu Aksara Maya, perusahaan berbasis teknologi digital yang juga pelopor pengembang social reading application. Dijelaskan CEO PT Woolu Aksara Maya Sulasmo Sudharno, i-Magelang adalah aplikasi sosial media berbasis komunitas. Di dalamnya ada konten berbentuk buku yang didigitalkan kemudian dilindungi dan tidak bisa disebarluaskan kecuali dengan izin. “Aplikasi ini kemudian diaktifkan untuk menjadi koleksi perpustakaan Kota Magelang,” ujar Sulasmo.

Aplikasi ini bisa diaktifkan dengan mendownload melalui Playstore. Setelah masuk, pengguna bisa memilih buku bacaan dan bisa meminjam selama tiga hari. Jika melebihi batasan ini, buku tidak bisa lagi dibaca kecuali kembali dipinjam. “Dengan konsep aplikasi ini, masyarakat bisa membaca buku gratis, sedangkan penulis juga tetap mendapatkan haknya,” tandas Sulasmo.(dem/din/mg1)