Berbeda dengan jurusan arsitektur di perguruan tinggi (PT) lain, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mempunyai tujuan menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu arsitektur pada skala bangunan dan lingkungan yang memiliki keunggulan mentransformasikan kearifan lokal ke dalam aplikasi desain arsitektural global, kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial.

“Karena mahasiswa kami beragam dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka bisa memiliki kerangka acuan desain dengan ciri khas di daerah masing-masing. Bisa dipadupadankan dengan desain, di mana mereka akan mendirikan bangunan sesuai keinginan klien,” ujar Ketua Prodi Arsitektur UAJY Gerarda Orbita Ida saat ditemui Radar Kampus di ruang kerjanya, Rabu (8/8).

Menurut Ida, dengan mentransformasikan kearifan lokal ini, selain melestarikan budaya juga mengajarkan mahasiswa rasa toleransi untuk menerima keberagaman yang ada di Indonesia. Dengan pemahaman multikultur dan pengembangan karakter ini diharapkan bisa memberikan pengaruh positif untuk universitas dan masyarakat.

Dalam masa perkuliahan, mahasiswa arsitektur tidak hanya belajar di studio-studio praktik di kampus. Namun juga belajar langsung di lapangan seperti mengenalkan klien sebenarnya.
“Mereka tidak hanya belajar tentang bangunan, tapi juga belajar mendesain kebutuhan klien. Menyesuaikan iklim tempat tinggal, masalah real material, dan lain-lain,” ungkap Ida.

Lebih lanjut Ida menjelaskan, mahasiswa UAJY diajak untuk bersenang-senang dulu dengan belajar menggambar pada semester satu. Mereka diajarkan menggambar secara teknis, teori keindahan standar bangunan, dan sebagainya.
Pada semester dua masuk ke mata kuliah sejarah dan teori seni budaya. Mengenalkan bangunan-bangunan adat dan ciri khasnya dari berbagai daerah. Pada semester tiga, belajar sejarah dan teori arsitektur nusantara, mahasiswa mencoba menganalisa dan memadukan karakter rumah adat, filosofi, dan lain-lain.

Sejalan dengan visi UAJY yang mencetak lulusan dengan jiwa inklusif, humanis, dan berintegritas, mahasiswa diharapkan bisa mempunyai sikap tenggang rasa dalam menciptakan desain. Dengan demikian lulusan bisa menghadapi tantangan global, berkembang sesuai minat, dan futuristik dengan dasar-dasar ilmu tersebut.

Terbukti lulusan Arsitektur UAJY dapat bekerja sebagai wirausaha, membuka biro konsultan arsitek, serta bekerja di perusahaan-perusahaan ternama. Masa tunggu setelah lulus pun terbilang pendek, hanya sekitar 2,5 bulan.
Untuk peminat calon mahasiswa baru ke jurusan ini, menurut Ida, relatif sangat banyak. Artinya, jurusan ini termasuk yang diminati di UAJY. “Tahun 2018 ini pendaftar mencapai 1.235 orang yang merebutkan 155 kursi,” tambah Ida. (ita/laz/mg1)