GUNUNGKIDUL – Pedukuhan Kenteng, Karangasem, Paliyan belakangan menjadi perbincangan. Itu seiring dengan ditemukannya lima bongkahan batu di area pertanian warga. Lima bongkahan batu yang berbentuk mirip lesung tersebut diduga peninggalan zaman megalitikum.

Harjo Winoto, pemilik lahan menceritakan, lima bongkahan batu sebenarnya telah ditemukan cukup lama. Penemunya adalah ayahnya. Tapi, bongkahan batu yang didominasi warna coklat tersebut dibiarkan di area pertanian miliknya. Nah, penemuan bongkahan batu kembali mencuat setelah ada proyek pelebaran jalan. Sabtu (24/7) sebuah alat berat tidak sengaja mencongkel bebatuan tersebut.

”Sehingga sebagian ada yang retak. Kemudian bebatuan dipindah ke dekat pematang biar aman,” jelas Harjo di area pertaniannya Rabu (8/8).
Tidak sedikit warga yang tertarik dengan bebatuan ini. Bahkan, di antara mereka ada yang bersedia membangunkan tempat khusus. Tujuannya agar bebatuan yang juga mirip dengan umpak (penyangga rumah) tetap aman dan dapat dinikmati warga.

”Saya manut saja. Yang penting jangan dibawa pergi, tetap berada di ladang,” ucapnya.
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BBCB) DIJ Ari Setyastuti mengatakan, instansinya telah memantau temuan ini. Bahkan, staf Unit Penyelamatan, Pengembangan, dan Pemanfaatan BPCB awal Agustus lalu telah meninjau lokasi. Hanya, bebatuan ini dalam waktu dekat belum dapat dievakuasi. BPCB terkendala akses jalan. Lantaran jalan di Dusun Kenteng masih diperbaiki.
”Kami juga menunggu kesepakatan dengan warga. Apakah boleh diamankan atau tidak,” tuturnya.

Disinggung mengenai usia batu, dia belum bisa memastikannya. Lantaran butuh penelitian. Kendati begitu, dia memprediksi bebatuan tersebut terkait dengan peradaban masa megalitikum.
”Kalau dari bentuknya batu ini termasuk lumpang batu,” tambahnya. (gun/zam/mg1)