BANTUL – Program Kampanye Bebas Sampah 2019 yang digulirkan pemkab sepertinya berjalan tersendat. Hingga sekarang tidak lebih dari delapan desa yang membangun depo sampah sementara. Padahal, salah satu poin dalam Peraturan Bupati No. 67/2017 tentang Sinkronisasi Program dan Kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018 mengintruksikan agar pemerintah desa (pemdes) membangun depo sampah.

Kepala Seksi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Dwi Antoro membenarkannya. Kendati begitu, Dwi optimistis seluruh pemdes bakal segera membangun depo sampah di wilayahnya masing-masing. Toh, DLH telah memberikan draf petunjuk pembuatan peraturan desa (perdes) terkait pembangunan depo sampah.
”Termasuk petunjuk anggarannya dari mana,” jelas Dwi di kantornya Rabu (8/8).

Terkait sampah depo, Dwi meminta pemdes tak perlu khawatir dengan penanganannya. Sebab, ada banyak pilihan dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan. Pemdes bisa mengelolanya melalui BUMDes. Pemdes juga bisa menjualnya ke bank sampah.

”Bila kesulitan DLH juga bisa memberikan pendampingan,” ucapnya. Bila depo terealisasi, Dwi optimistis sampah tak akan lagi menjadi persoalan serius di Kabupaten Bantul. Sebab, limbah rumah tangga bakal dipilah sekaligus diolah. Dengan begitu, yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Piyungan hanya residu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul Bambang Guritno berharap Kabupaten Bantul tidak hanya lantang menyuarakan Kampanye Bebas Sampah 2019. Lebih dari itu, masyarakat Kabupaten Bantul juga harus pandai mengolahnya. Terutama kalangan rumah tangga.
”Tapi pemdes harus bisa memberikan contoh kepada warganya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Timbulharjo Sumardi mengungkapkan, Pemdes Timbulharjo berkomitmen menuntaskan problem sampah di wilayahnya. Itu ditandai dengan besarnya anggaran yang dialokasikan untuk penanganan sampah. Mencapai Rp 100 juta. Anggaran sebesar itu di antaranya dialokasikan untuk membangun depo dan pengadaan armada pengangkut sampah.
”Deponya di Dusun Ngentak. Dua minggu lagi sudah jadi,” katanya. (cr6/zam/mg1)