PURWOREJO – Penciptaan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab anggota polisi. Warga diharapkan turut ambil bagian dalam proses penciptaan itu, mengingat terbatasnya jumlah anggota polisi.
Tanpa peran serta aktif dari masyarakat, upaya pengamanan dan ketertiban tidak akan berjalan maksimal. Berada dalam wadah siskamling atau sistem keamanan lingkungan, warga diajak peduli dan bisa mengambil posisi yang tepat.

Hal itu disampaikan Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya saat menyerahkan penghargaan dari Kapolda Jawa Tengah Ijen Pol Condro Kirono bagi Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, yang menempati peringkat keempat Lomba Desa Teraman Tingkat Jawa Tengah di balai desa setempat,
Rabu (8/8). Kegiatan yang berbarengan dengan pelantikan perangkat desa itu dihadiri Kasat Binmas AKP Prayogo Setia Budi, Kapolsek Kaligesing AKP Joko Nurwanto, serta sejumlah pejabat di lingkungan Polres serta Muspika Kaligesing.

“Pesan dari Pak Kapolda, Lomba Pos Kamling dan Desa Teraman Tingkat Jateng ini bisa menumbuhkan keamanan di lingkungan masing-masing. Dan saya harapkan Jelok bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Purworejo,” kata Teguh Tri Prasetya.
Lebih jauh Teguh mengatakan, adanya perlombaan itu juga bisa menjadi motivasi bagi warga lain untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah tinggal. Dengan situasi yang baik akan menjadikan lingkungan lebih nyaman, aman dan terayomi.

Kasat Binmas AKP Prayogo Setia Budi mengungkapkan, Jelok di tahun 2017 ditasbihkan sebagai desa teraman di Kabupaten Purworejo. Berdasarkan penilaian di tingkat eks-karesidenan Kedu, Jelok juga menjadi yang terbaik dan praktis mewakili Kedu ke tingkat Jateng.
“Persiapan yang dilakukan cukup panjang. Kami memberikan pendampingan dan bimbingan kepada masyarakat melalui petugas Babinkamtibmas yang ada,” jelas Prayogo.

Penilaiannya pun langsung dilakukan tim juri dari Polda Jateng, di mana warga diminta melakukan beberapa penanganan, di antaranya, bencana alam, pencurian serta kebakaran. “Bagi kami, ini menjadi sebuah tantangan dan mendorong anggota Babinkamtibmas untuk bisa semakin mengambil peran di tengah masyarakat,” kata Prayogo.

Terbatasnya anggota yakni satu anggota bisa mengampu antara 1-6 desa/kelurahan, memang telah disiasati dimana peran aktif masyarakat tetap menjadi poin utama. “Tanpa ada masyarakat, kami juga tidak ada apa-apanya,” tambah Kasat Binmas.

Kades Jelok Feri Sulistyo mengaku bersyukur dengan torehan prestasi itu. Walaupun belum bisa menjadi yang terbaik, ini akan menjadi cambuk untuk berusaha lebih baik lagi. “Siskamling memang sudah berjalan di desa kami. Setiap pedukuhan sudah ada pos dan ronda terjadwal dengan baik,” kata Feri. (udi/laz/mg1)