SLEMAN – Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim meminta masyarakat bijak mengonsumsi informasi. Terutama informasi yang beredar melalui sosial media. Tidak jarang informasi tersebut tidak valid dan menimbulkan keresahan.

Dia mengakui arus informasi saat ini kian cepat. Informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi menguntungkan, sisi yang lain merugikan.
“Tergantung bagaimana mencernanya. Jangan menerima secara mentah-mentah. Jangan sampai terjadi kebohongan publik atau hoax,” kata Firman, Rabu (8/8).

Dia mengakui informasi kerap menjadi komoditi politik. Baik menyebarkan program kerja hingga provokasi. Provokasi inilah yang perlu diantisipasi, apalagi pintu informasi terbuka dari berbagai arah.
Salah satu langkah anti-hoax dengan mengandalkan sumber valid. Tidak ragu bertanya jika ada informasi sumir. Tidak mendistribusikan jika belum terkonfirmasi.

Pemberi informasi juga harus bijak. Mengutamakan informasi yang edukatif, bukan provokasi.
Akses internet membuat masyarakat mudah mengakses informasi. Namun tidak semua pembaca sesuai dengan informasi yang beredar.

Firman meminta masyarakat mengonsumsi informasi dari sumber resmi. Karena dalam setiap pemberitaan telah melalui proses editing dan klarifikasi.
“Dalam menganalisa infoirmasi harus jeli. Jadikan informasi sebagai sarana komunikasi dua pihak bukan sepihak,” kata Firman. (dwi/iwa/mg1)