KREATIF: Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menyaksikan Pameran Karya Seni Rupa Komunitas Perspektif Jogjakarta di Museum Sonobudoyo petang Rabu (8/8). (GUNTUR AGA T/RADAR JOGJA)

JOGJA – Penyandang difabel didorong untuk menciptakan produk seni rupa berkualitas. Karya mereka dipamerkan di Museum Sonobudoyo petang Rabu (8/8).

Setidaknya 18 penyandang difabel memamerkan karya seninya dalam Pameran Karya Seni Rupa Komunitas Perspektif Jogjakarta. “Para difabel juga bisa berekspresi melalui seni,” ujar Ketua Kelompok Perspektif Sri Hartaning Sih.
Sri mengatakan salah satu pintu masuk menguasai media seni adalah dengan penguatan rasa percaya diri. Anak-anak yang tergabung dalam Perspektif beragam jenis disabilitasnya.

Syifa Maulida Basuki membuat karya dengan mengisi titik-titik pada kain. Dibantu orang tuanya, anak berusia 18 bulan tersebut menempelkan kertas berwarna-warni di atas kain polos. Pengidap down syndrome tersebut berhasil menempelkan kertas bulat dengan rapi dan indah.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X membuka pameran tersebut Rabu (8/8). Dikatakan, anak-anak bisa tersentuh dimensi batin atau rasanya melalui seni.

“Seni bisa mengasah ketajaman batin dan rasa manusiawi. Sehingga lebih peka untuk menangkap esensi kehidupan serta nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya,” ujar HB X.

Pameran tersebut menjadi bukti difabel memiliki kemampuan sama dengan yang lain. HB X berharap pemilik galeri seni lebih sering memberikan kesempatan difabel memamerkan karya seninya.

“Karya mereka tidak kalah dengan seniman pada umumnya. Saya mengapresiasi pameran ini dan semua pihak yang telah membantu memberikan kesempatan pada anak-anak difabel,” ujar HB X. (ita/iwa/mg1)