JOGJA – Sebanyak 14 orang bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) DPRD DIJ tidak memenuhi syarat (TMS). Angka tersebut muncul setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIJ melakukan verifikasi perbaikan berkas administrasi Bacaleg Rabu (8/8).

Sebanyak 589 berkas diterima KPU DIJ. Sebanyak 14 di antaranya masih TMS. Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan mengatakan pada 22-31 Juli 2018 dilakukan perbaikan berkas 597 bacaleg. Namun masih saja ada yang TMS.
“Kebanyakan belum menyertakan surat pengadilan negeri, dan ijazah belum dilegalisasi,” kata Hamdan usai penyampaian berita acara verifikasi administrasi Bacaleg di Kantor KPU DIJ Rabu(8/8).

Keempat belas Bacaleg TMS tersebut berasal dari Partai Golkar (dua orang), Gerindra (seorang), Perindo (seorang), Nasdem (lima orang), Garuda (dua orang), Hanura (seorang), PBB (seorang), dan PPP (seorang).
“Bagi parpol (partai politik) yang tidak puas dengan hasil verifikasi, bisa mengajukan sengketa di Bawaslu. Waktu pengajuannya tiga hari,” kata Hamdan.

Sebelum Daftar Calon Sementara (DCS) diumumkan, parpol akan dipanggil KPU DIJ untuk melakukan validasi dan approval nama, foto, dan alamat bacaleg.
Hamdan mengatakan ada satu parpol yang tidak memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan. Sehingga seluruh peserta dari partai tersebut akan didrop atau digugurkan dalam pengumuman DCS. DCS akan diumumkan melalui media masa pada 12-14 Agustus 2018.

Menanggapi bacaleg TMS, Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi Partai Golkar DIJ Suhud Imandoyo mengatakan belum bisa menentukan sikap. Hasil verifikasi baru akan disampaikan ke DPC.
“Biar tim yang melakukan proses seperti apa, kami rembuk dulu,” ujar Suhud. (tif/iwa/mg1)