PEMALANG – Penangkapan terduga teroris kembali dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88. Kali ini, penangkapan dilakukan di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Pelutan, Kecamatan/Kabupaten Pemalang.

Terduga teroris yang bernama Wahludi, 39, warga Pemalang itu ditangkap sekitar pukul 17.00, Senin (6/8).

Saat penangkapan tersebut, Wahludi bersama istrinya, Irma Muharomah, 30, dan kedua anaknya hendak pulang ke rumah setelah jalan-jalan naik sepeda motor. Namun, sesampainya di Jalan Urip Sumoharjo, tiba-tiba ada orang yang memanggil.

“Saya bilang Abi-abi (panggilan kepada suaminya, Waludi) itu ada yang memanggil. Saat berhenti, tiga orang datang langsung memegang tangan Abi dan disuruh ikut. Katanya dari polisi mau dimintai keterangan,” ujar Irma Muharomah Selasa (7/8).

Irma Muharomah pun mengaku kaget dan bingung. Kemudian, bersama kedua anaknya, dia pulang ke rumah diantar anggota yang mengaku dari kepolisian. Namun saat itu, polisi belum menjelaskan apa yang terjadi, tetapi mengatakan akan datang lagi.

Hingga kini, Irma Muharomah masih tidak menyangka tentang penangkapan suaminya itu. Dia juga masih tidak percaya jika suaminya terlibat jaringan radikalisme. Sebab, selama empat tahun menjalin pernikahan, dia tidak menemukan tanda-tanda atau aktivitas dari suaminya yang menjerumus ke jaringan tersebut.

Sehari-hari, kata dia, suaminya bekerja sebagai sopir keramik di toko material. Sesekali Wahludi memang menginap Brebes, tapi menurutnya, dia pergi ke rumah istri pertamanya.

Usai penangkapan, keeseokan harinya, Selasa (7/8), sekitar pukul 10.30, lima anggota Densus 88 menggeledah rumah milik Wahludi di gang Kesambi Duwur, RT 04/ RW 01, Kelurahan Pelutan, Kecamatan/Kabupaten Pemalang. Penggeledahan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dilakukan secara tertutup.

Wartawan yang berada di lokasi tidak diperkenankan masuk ataupun mengambil gambar dan hanya menunggu dari jarak sekitar 40 meter. Namun, dari informasi Ketua RT setempat Slamet Ujin, yang mewakili pihak keluarga menyebutkan, dalam penggeledahan itu polisi mengamankan lima buku bacaan dan sebuah kendaraan sepeda motor.

“Itu tadi benar dari Densus 88. Bukunya yang dibawa saya tidak tahu persis tapi seputar tafsir Alquran. Ada lima buku tumpukan dan juga motor,” katanya. (sul/fat/jpg/ila)