BANTUL – Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dispertautkan) Bantul Pulung Haryadi menyebut ada sepuluh pos kesehatan hewan (keswan) yang dipersiapkan menjelang hari raya kurban. Itu untuk menekan hewan kurban yang mengidap cacing hati.

”Pelayanan pemeriksaannya aktif dan pasif,” jelas Pulung di kantornya Selasa (7/8).

Yang dimaksud pemeriksaan aktif adalah tenaga medis secara berkala mendatangi lokasi peternakan. Menurutnya, petugas juga bakal memberikan vitamin. Tujuannya agar kondisi hewan tetap prima hingga penyembelihan. Sedangkan pemeriksaan pasif adalah pemilik hewan ternak intens datang ke pos keswan.

”Kami menyiapkan tenaga medis yang siaga di poskeswan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertautkan Bantul Joko Waluyo mengatakan, kondisi kesehatan sapi yang mengidap cacing hati dapat dilihat bulunya. Biasanya, bulunya berdiri dan tidak halus. Plus tidak bersih.

”Secara fisik sulit. Karena sapi gemuk juga ada yang mengidap cacing hati,” ungkapnya.

Dari itu, kata Joko, perlu pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya. Caranya, petugas medis akan mengambil sampel feses ternak. Kemudian, akan dilakukan pemeriksaan menggunakan mikroskop. Jika ternak teridentifikasi mengidap cacing hati, akan diberikan obat dengan spectrum luas. Yaitu, obat khusus untuk penanganan cacing hati. Ternak yang teridentifikasi tidak boleh langsung disembelih. Harus ada jarak waktu 22 hari untuk pemotongan.

“Dari hasil pemeriksaan hingga saat ini belum ditemukan sapi yang mengidap cacing hati, mungkin nanti ketika hari penyembelihan tiba,” tambahnya. (ega/zam/fn)