KULONPROGO – Petani di Sentolo mulai mengeluhkan lamanya pasokan air pasca pembukaan Pintu Air Kalibawang. Tidak hanya tanaman yang kekurangan air, pasokan untuk kebutuhan sehari-hari juga masih sulit.

Salah satu petani di Desa Sentolo, Towo warga Kaliagung, Kecamatan Sentolo mengatakan, dia harus menambah modal operasional untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi miliknya. “Air masih sulit,” kata Towo, Senin (6/8).

Petani lain, Sastro Wiharjo, warga Salamrejo, Kecamatan Sentolo mengeluhkan hal yang sama, tanaman jagung miliknya terancam mati. “Yang menanam jagung tidak untung kalau airnya begini,” kata Sastro.

Murjono, petani bawang merah Desa Srikayangan juga mengeluh. Banyak petani yang ragu dan enggan menanam bawang merah karena kepastian kapan irigasi teraliri air tidak pasti. “Mikir air saja seperti spekulasi,” kata Murjono.

Petugas Operasional dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Kalibawang Basito mengatakan aliran air di Talang Bowong lama Intake Kalibawag hanya mengalir dua meter kubik per detik. Komisi Air Kulonprogo dengan Balai Besar Sungai Serayu Opak (BBWSSO) juga masih terus mengamati opsi pembukaan pintu air Kalibawang.

“Ada rencana untuk pembukaan empat meter kubik bahkan lebih kalau memungkinkan. Masih dilihat kontruksinya kuat atau tidak,” ujar Basito. (tom/iwa/mg1)