BANTUL – Perkembangan teknologi mulai masuk ke dunia pertanian. Itu seiring dengan program Petani Go Online dan Agromap yang dimotori Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Namun, penerapan program yang bertujuan untuk memudahkan para petani ini bukan perkara gampang. Sebab, mayoritas petani adalah gagap teknologi.

”Jangankan Android. Ponsel yang lama saja tidak paham,” keluh Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Patalan Slamet Pujo Harjono ketika disinggung mengenai sosialsiasi Program Petani Go Online dan Agromap di Aula Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dispertautkan) Bantul Selasa (7/8).

Pernyataan kakek kelahiran 68 tahun lalu ini sangat beralasan. Sebab, mayoritas petani di Kabupaten Bantul adalah generasi tua. Mereka tidak mengetahui apalagi mengikuti perkembangan teknologi. Bahkan, kata Pujo, hingga sekarang mayoritas petani di wilayah Patalan tidak mengetahui penggunaan kartu tani. Padahal, kartu yang digagas pemerintah pusat ini juga berfungsi sebagai salah satu syarat ketika log in.

”Sosialisasinya masih kurang,” ucapnya.

Karena itu, Pujo berharap pemerintah turun tangan memberikan sosialisasi. Agar para petani merasakan efek positif dari program yang digagas pemerintah.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Kominfo Septiani Tangkar mengungkapkan, program Petani Go Online dan Agromap untuk menjawab kebutuhan petani. Melalui aplikasi ini, petani tidak hanya dapat menjual produk pertaniannya. Lebih dari itu, petani juga dapat mencari informasi sekaligus membeli pupuk yang cocok untuk jenis tanaman tertentu.

”Ini juga untuk memutus mata rantai penjualan,” katanya.

Terkait kemampuan petani, Septiani menekankan, kementerian bakal mengoptimalkan pendampingan. Agar mereka menguasai teknologi informasi.

Di tempat yang sama, Kepala Dispertautkan Bantul Pulung Haryadi optimistis program ini sanggup menjawab berbagai kesulitan para petani. Toh, aplikasi bernama “Petani” ini dapat diunduh Play Store. Setelah diinstal, petani dapat mengisi akun dengan identitas dan nomor kartu tani.

”Melalui aplikasi ini petani juga bisa tanya langsung ke penyuluh. Tanpa datang ke kantor,” kata Pulung menyebut bahwa petani dapat mengirimkan gambar tanaman terserang hama yang akan dikonsultasikan.

Menurutnya, jumlah petani di Bantul sebanyak 112 ribu orang. Dari jumlah itu, 40 ribu di antaranya telah memiliki kartu tani.

”Sisanya nanti pelan-pelan,” tambahnya.

Terkait agromap, pejabat yang tinggal di Banguntapan ini menguraikan, lebih berfungsi sebagai pemataan pertanian. (cr6/zam/fn)