KULONPROGO – Seekor lumba-lumba terdampar dan mati di Pantai Trisik, Senin (6/8). Mamalia sepanjang dua meter tersebut menjadi tontonan pengunjung dan nelayan.

Terdamparnya lumba-lumba merupakan fenomena yang jarang ditemukan. Bangkai lumba-luma kali pertama ditemukan dengan kondisi melepuh dan berbau busuk.

“Diduga ikan ini suda mati di perairan, lalu terdampar. Belum jelas apa yang menyebabkan ikan ini mati, dugaan sementara karena suhu air yang dingin,” kata anggota Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Pantai Glagah Joko Samudra Selasa (7/8).

Menurut dia, lumba-lumba sering terlihar di Samudera Hindia. “Merupakan jalur migrasi lumba-lumba. Migrasi terjadi Mei-Juni. Ini kejadian pertama lumba-lumba terdampar di Trisik,” ujar Joko.

Salah seorang warga Trisik, Fitriyani, mengatakan lumba-lumba tersebut memiliki berat sekitar dua kuintal. Lumba-luma dievakuasi warga menggunakan gerobak.

‘’Rencananya akan dikubur di kawasan Laguna Trisik,” ujar Fitriyani. (tom/iwa/fn)