GUNUNGKIDUL – Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu tujuan wisata favorit di DIJ. Itu terbukti dengan 3.180.237 wisatawan yang melancong di Bumi Handayani sepanjang tahun lalu. Kendati begitu, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul masih memiliki pekerjaan rumah. Yakni, meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Sebab, jumlah wisatawan yang berwisata di Gunungkidul masih sangat minim.

”Sekitar 20 ribu wisatawan asing pada 2017,” jelas Kepala Dispar Gunungkidul Esti Wijayanti di kantornya Selasa (7/8).

Kendati sangat minim, Esti masih dapat berbangga. Sebab, jumlah kunjungan pada 2017 meningkat 400 persen dibanding tahun sebelumnya. Di mana hanya sekitar 5000 orang.

”Dengan angka target keseluruhan, ya, masih jauh. Apalagi, kementerian mematok 17 juta wisatawan asing se-Indonesia,” ucapnya.

Dengan adanya back up pemerintah pusat perihal penataan kawasan pantai selatan, Esti berharap hal tersebut bisa mendongkrak jumlah kunjungan. Begitu pula dengan penyusunan masterplan Geopark Gunungsewu.

“Kami sudah koordinasi dengan pusat mengenai tindaklanjut tawaran dari pak Menteri (Menteri Pariwisata Arif Yahya),” ujarnya.

Esti optimistis dukungan pemerintah pusat sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara. Sekarang saja, lanjut Esti, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Bumi Handayani mulai mengalami peningkatan.

“Di Gunung Api Purba Nglanggeran, misalnya. Kunjungan wisatawan asing mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Sekretaris Dispar Gunungkidul Hari Sukmono mengungkapkan hal senada. Guna mendongkrak kunjungan, kata Hari, dinas gencar menggelar promosi wisata. Momentum perayaan hari kemerdekaan, misalnya, dinas menginiasi semarak merah putih. Ada enam agenda yang digelar. Yakni, Festival Sriten dan Gunungkidul Paragliding Open #2, senam massal dang owes, pengibaran bendera raksasa, eksplore 4G Gunung Gentong Gedangsari, Nglanggeran Mountain Bike dan Hanyani expedition trail trabas wisata.

”Kami berharap gelombang tinggi belum lama ini tidak berpengaruh banyak terhadap jumlah kunjungan. Selain wisata bahari juga ada destinasi lain layak dikunjungi,” tambahnya. (gun/zam/fn)