PURWOREJO – Pasokan air bersih ke wilayah rawan kekeringan makin meningkat di bulan Agustus ini. Dari tujuh kecamatan yang rutin mendapat pasokan selama Juli, tiga kecamatan lain menyusul di awal bulan ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo memastikan ketersediaan pasokan masih mencukupi hingga berakhirnya musim kemarau. Namun jika kekeringan bertambah panjang, mereka memiliki beberapa alternatif agar pasokan tetap ada.

“Kita tidak sendirian dalam memasok air bersih. Yang sudah jalan sekarang ini adalah PMI, dan biasanya dari pihak swasta ikut turun tangan,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Purworejo Sigit Ahmad Basuki Selasa (7/8).

Diungkapkan, sepanjang Juli kemarin, BPBD Purworejo telah mendistribusikan air bersih sebanyak 115 tangki air dan volume terbanyak ada di Kecamatan Pituruh, disusul Kecamatan Bagelen. “Dari kecamatan yang masuk dalam daerah rawan, dalam bulan Juli lalu ada tujuh kecamatan yang sudah dikirim yakni Pituruh, Bagelen, Grabag, Kemiri, Gebang, Purworejo, dan Bayan,” jelas Sigit.

Tiga kecamatan lain bertambah di awal Agustus ini yakni Kaligesing, Bener, dan Banyuurip. Sedangkan Kecamatan Loano yang juga masuk wilayah rawan kekeringan hingga saat ini belum mengajukan permintaan.

Sempat terkendala armada yang melayani masyarakat, di mana BPBD hanya
memiliki dua unit tangki berpasitas 5.000 liter, sejak pertengahan Juli lalu mendapatkan pinjaman armada dari eks Bakorwil Jateng. Hanya saja kapasitasnya lebih sedikit dari armada BPBD. “Kami mendapat pinjaman dari eks Bakorwil, satu unit tangki siap pakai dengan kapasitas 4.000 liter,” katanya.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Purworejo juga telah turun ke lapangan membantu droping air bersih. Setidaknya 60 tangki siap disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. “Jumlah air bersih yang kami salurkan sedikit agak berkurang karena tahun kemarin banyak yang tidak terserap,” kata Kepala Markas PMI Purworejo Supangkat.

Dalam pendistribusiannya PMI berkoordinasi dengan BPBD agar tidak berbenturan di lapangan. Sementara armada yang digunakan saat ini memimjam tangki dari PDAM Tirta Perwitasari Purworejo.

“Dari pengalaman yang sudah dilakukan, setiap desa kami berikan dua tangki air bersih. Tapi tidak menutup kemungkinan pengiriman bisa lebih, melihat permintaan dari masyarakat,” tandas Supangkat. (udi/laz/fn)