JOGJA-PSIM Jogja langsung berbenah menyusul kekalahan 0-1 dari Blitar United di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (6/8). Namun, upaya Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja untuk segera move on dari kekalahan tersebut sedikit terganggu dengan belum pulihnya dua pemain kunci, Raymond Tauntu dan M Arifin. Bahkan, Arifin harus ditinggal di Cilacap, dalam upaya penyembuhan dari sakit.

Hasil lawan Blitar United, akan segera dievaluasi untuk mengantisipasi hasil serupa dilaga away. Waktu jeda tiga hari akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan formulasi demi mencuri poin pada pertandingan ke-13. “Kesalahan yang terjadi seperti laga sebelumnya tidak boleh terulang di pertandingan selanjutnya,” kata Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto, Selasa (7/8).

Persoalan konsentrasi memang menjadi momok dalam skuad PSIM Jogja. Tidak hanya pada laga di Wijaya Kusuma, Cilacap. Saat melawan Persiwa pun persoalan konsentrasi sektor pertahan sempat muncul. Akibatnya, peluang untuk meraih poin penuh kandas di menit-menit akhir. Erwan juga meminta kepada skuad asuhan untuk tidak mudah terpancing emosi di lapangan. Berkaca pada laga sebelumnya, kerap pemain melakukan protes berlebih sehingga konsentrasi menjadi lemah lantaran emosi yang meluap-luap. “Kalau tidak tenang bagaimana bisa menguasai jalannya pertandingan,” ungkapnya.

Ya, ketidakhadiran dua pemain kunci tersebut berpengaruh di Cilacap. Tren tak terkalahkan di sepuluh laga harus terhenti di pekan ke-12 dari Laskar Kuda Merah- julukan Blitar United.Mau tak mau, guna membenahi lini yang ditinggalkan dua pemain kunci itu, tim pelatih melakukan pembenahan. Terbukti, begitu tiba di Jogja, pada Senin malam, Hendika Arga dkk, tidak bisa bersantai-santai. Kemarin sore, skuad PSIM langsung menggelar latihan untuk persiapan laga melawan PSMP Mojokerto, Jumat (10/8) mendatang.

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menyatakan, perubahan komposisi di pertandingan mendatang. Dengan kondisi dua pemain kuncinya diragukan untuk bisa tampil, pelatih akan memaksimalkan materi yang tersedia saat ini.Dengan materi yang tersedia dia tidak bisa memaksakan main dengan formasi sebelumnya. Apalagi, PSIM Jogja telah ketambahan tiga amunisi baru. “Alternatifnya maksimalkan pemain baru,” tambahnya.

Menghadapi Mojokerto, peluang untuk memainkan M Sulton, Risman Maidulah,dan Hasan Bisri memang cukup besar. M Sulton bisa diplot menggantikan Raymond. Sedangkan Hasan Bisri, bisa menjadi alternatif bila kondisi mesin gol Ismail Haris ngadat. “Kemungkinan menurunkan pemain baru terbuka lebar,” jelasnya.

Kalau tidak hati-hati, melawan Mojokerto menjadi batu sandungan PSIM Jogja untuk kembali memperbaiki posisi. Saat ini, Laskar Mataram terlempar ke posisi delapan klasemen Grup Timur Liga 2. “Kami berusaha mencuri angka dan memperbaiki posisi di klasemen,” (bhn/din/fn)