KULONPRGO – Gelombang tinggi laut selatan menyebabkan abrasi di sepanjang pantai selatan di Kulonprogo. Salah satunya di ruas jalan penghubung Pantai Glagah dan Pantai Congot, Desa Glagah, Temon, Kulonprogo.

Tidak hanya mengancam jalan, abrasi juga mengancam belasan tambak udang di sana. Salah satu petambak udang Supangat mengatakan, titik abrasi terparah berada tepat di sisi selatan tambak udang miliknya. Tepatnya satu kilometer dari Pantai Congot atau setengah kilometer dari Pantai Glagah.

“Pantauan saya abrasi sudah mulai terjadi sejak tanggal 28 Juli. Awalnya sedikit-sedikit dan sekarang tambah besar,” ujar warga Glagah ini.

Dia mengungkapkan, ruas jalan yang amblas sudah sekitar 15 meter hingga memakan separo median jalan. “Jarak dengan tambak kini hanya sekitar 10 meter,” katanya, kemarin (8/8).

Dijelaskan, titik abrasi terparah dikenal dengan nama lebeng drajat oleh warga setempat. “Lebeng (palung atau cerukan laut) di titik abrasi itu tidak pindah-pindah, jadi yang dihajar titik itu terus. Ini bukan kali pertama, tapi ini yang terparah,” jelasnya.

Menurutnya, fenomena gelombang tinggi sebetulnya hal biasa begit juga abrasi. Gundukan pasir ata gumuk pasir biasa terbentuk alami. Pasca musm agin besar atau gelombang tinggi biasanya pantai akan normal kembali, begitu juga hamparan pasir yang amblas terisi kembali.

“Tapi kalau ini sepertinya agak lama mungkin bisa sebulan lebih untuk pulih. Lebeng biasanya juga bergeser, kalau ini lebengnya menetap ya bisa seperi itu terus, bahkan bisa lebih parah,” ujarnya.

Ditambahan, lima tahun bekerja di tambak ia mengaku gentar melihat gelombang tinggi yang tidak jauh dari tambak. Sebagai jalur penghubung antar objek wisata, pemerintah mungkin tidak mampu untuk menahan abrasi, namun bisa melakukan langkah pengamanan.

Koodinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Pantai Glagah Aris Widiatmoko mengamini, panjang jalan yang terkena abrasi sekitar 40 meter, tinggi tubir pantai 3 meter. “Separo badan jalan sudah amblas,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan yakni memasang garis polisi. Pengguna jalan diimbau hati-hati saat melintas, sebab kondisi aspal sudah labil, bagian bawahnya sudah tergerus dan setiap saat bisa amblas jika diterjang gelombang pasang. (tom/ila)