TES KESIAPAN: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul Agus Sulistiyana mengoperasikan aplikasi e-book. (ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA)

BANTUL – Pelan tapi pasti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusip) Bantul sedang mempersiapkan strategi baru untuk mendongkrak minat baca. Strategi baru ini disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Namanya buku elektronik (e-book).

Kepala Dispusip Bantul Agus Sulistiyana menargetkan program baru ini terealisasi maksimal Kamis (9/8) lusa. Sebab, beragam sarana pendukung seperti perangkat hardware, software, dan database telah tersedia di gedung perpustakaan daerah (perpusda).

”Tanggal 9 Agustus satu per satu judul buku akan mulai di-entry,” jelas Agus, sapaannya di gedung Perpustakaan Daerah Bantul Selasa (7/8).

Ada sekitar 250 koleksi judul e-book yang di-entry. Di antaranya meliputi buku tentang pengetahuan umum dan anak-anak. Agus sengaja memilih berbagai buku berkonten panduan praktis. Tujuannya agar masyarakat tak sekadar membaca. Lebih dari itu, juga dapat langsung mempraktikkannya. Seperti buku tentang pertanian.

”Para petani bisa membaca buku di sini (perpusda, Red),” ucapnya.

Ya, layanan e-book bakal terpusat di perpusda. Agus menyebut ada enam unit perangkat komputer yang disediakan di perpusda. Enam perangkat ini saling terkoneksi dengan jaringan LAN. Tapi, ke depan perangkat komputer ini bakal ditambah lagi. Seiring dengan permohonan dispusip kepada pemerintah pusat agar dana alokasi khusus (DAK) yang rencananya dikucurkan pada tahun depan dialokasikan untuk pengembangan teknologi informasi. Salah satunya untuk pengadaan perangkat komputer.

”Dan ruang multimedia,” ujarnya.

Dikatakan, e-book berupa PDF (portable document format). Kendati begitu, Agus menegaskan bahwa e-book di perpusda tidak berasal dari proses scaning. Melainkan buku orisinal. Rencananya, setiap judul buku bakal tersedia delapan kopian.

”Sehingga ketika ada sepuluh orang yang datang dua di antaranya perlu mengantre,” katanya.

Apakah layanan e-book hanya terbatas di perpusda? Agus memastikan bakal terus berinovasi. Dalam waktu dekat perpusda bakal melayani e-book dalam perpustakaan keliling. Teknisnya, setiap empat mobil perpustakaan keliling dilengkapi dengan perangkat canggih seperti modem. Itu berfungsi untuk mengakses server perpusda. Juga laptop. Dengan begitu, warga maupun siswa yang disinggahi perpustakaan keliling dapat menikmati ratusan koleksi judul e-book.

”Targetnya pertengahan Agustus software dan hardware sudah terpasang, sehingga (e-book, Red) bisa meng-handle perpustakaan keliling,” harap Agus mengungkapkan bahwa perpustakaan keliling menjangkau 193 lokasi se-Bantul. Setiap unit saban hari mulai Senin hingga Kamis melayani tiga lokasi.

Dengan terobosan ini, Agus berharap minat baca masyarakat Kabupaten Bantul meningkat. Apalagi, ada pergeseran akibat perkembangan teknologi informasi. Sebagian masyarakat gandrung membaca melalui smartphone dan komputer.

Pustakawan Perpusda Bantul Muhammad Mufti menambahkan, perangkat lunak yang digunakan perpusda adalah IBRA. Berbeda dengan software yang digunakan perpustakaan nasional. Pertimbangannya, IBRA dikembangkan di Jogjakarta. Dengan begitu, berbagai kendala atau gangguan teknis yang terjadi dapat langsung tertangani.

”Fiturnya komplet. Bisa untuk melihat koleksi buku berdasar kategori. Juga bisa memantau berapa jumlah pengunjung sekaligus jenis gendernya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Mufti menyebutkan bahwa koleksi perpusda mencapai 38.834 judul buku. Dengan total 110.977 eksemplar. Sedangkan jumlah anggotanya mencapai 20 ribuan orang. (**/zam/fn)