KULONPROGO – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kulonprogo mencatat masih ada sekitar 13 ribu data pemilih bermasalah. Hasil pencermatan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), data-data tersebut tidak akurat.

“Data bermasalah di antaranya tanggal lahir dan bulan terbalik,” ujar Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kulonprogo Tamyus Rohman Senin (6/8).

Temuan tersebut sudah dikomunikasikan dengan PPS, PPK maupun KPU untuk disempurnakan. Ada temuan pula anggota TNI/Polri masuk data pemilih.
“Ada juga yang sudah meninggal dunia masih tercatat. Data NIK salah dan tidak lengkap bagi sejumlah narapidana. Di rumah sakit juga banyak yang tidak sesuai alamat TPS,” ujar Tamyus.

Komisioner KPU Kulonprogo Marwanto mengatakan pihaknya masih mencermati DPS HP. Menyinkronkan temuan Panwas di desa dan kecamatan.
Dikatakan, menindaklanjuti temuan tersebut tidak mudah. Sebab temuan tidak didukung data lengkap. Pengecekan tidak bisa maksimal.

‘’Khusus tanggal lahir dan bulan terbalik itu karena system,’’ kata Marwanto.
Petugas telah memasukkan data sesuai mekanisme. Namun data yang keluar hasilnya terbalik. ‘’Kami akan komunikasikan dengan Dinas (Kependudukan dan Catatan Sipil),” kata Marwanto.

KPU Kulonprogo akan melakukan pleno terhadap data ini pada akhir bulan nanti. Setelah data dari 12 kecamatan masuk. “Temuan paling banyak di Kokap dan Lendah,” ujarnya. (tom/iwa/fn)