Kaget, Gol Cepat Tim Tamu di Menit Pertama

CILACAP – Tren tak terkalahkan PSIM Jogja harus terhenti di laga ke-11 Liga 2 setelah ditundukkan tim tamu Blitar United 0-1 di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (6/8). Dengan kekalahan itu, Laskar Mataram harus merelakan posisinya di peringkat kelima digeser skuad Laskar Kuda Merah.

Kehilangan dua pemain kunci Raymond Tauntu dan M Arifin karean sakit, sangat mempengaruhi organisasi pertahanan skuad Laskar Mataram. Alhasil, Hendika Arga cs harus dikagetkan dengan gol cepat Angga Yudha, saat pertandingan baru memasuki menit pertama.

Tidak adanya Raymond berdampak pada keseimbangan lini pertahanan PSIM. Setelah tercipta gol, dua kali Blitar United memiliki peluang emas yang nyaris berbuah gol. Keberadaan Wawan yang diplot menggantikan posisi Raymond, tidak banyak membantu lini tengah PSIM.

Upaya skuad PSIM mengejar ketertinggalan melalui Hendika Arga, Supriadi dan juga Ismail Haris, berkali-kali dapat dikandaskan oleh barisan pertahanan tim tamu. Hingga empat menit waktu tambahan diberikan, Laskar Mataram tidak mampu menjaringkan gol untuk sekedar menyamakan kedudukan.

Usai laga Pelatih PSIM Bona Simanjuntak mengakui pada laga ini skuadnya tidak cukup beruntung untuk bisa memenangi pertandingan. Sejumlah peluang yang tercipta tidak mampu dikonversikan menjadi gol.

“Minta maaf tidak bisa memberikan yang terbaik untuk pendukung. Tetapi saya lihat secara keseluruhan, anaka-anak bermain tidak begitu jelek,” katanya.

GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA

Menurut Bona, para pemain terpancing dengan kepemimpinan wasit yang dinilai tidak maksimal. Emosi pemain menyebabkan permainan skuadnya menjadi tidak berkembang.

Disinggung absennya Raymond di posisi gelandang bertahan yang berdampak pada gaya bermain, menurut Bona, tidak memberi banyak pengaruh kepada permainan. “Anak-anak sudah bermain baik. Ball posession kami menang. Cuma kami tidak bisa menciptakan gol,” jelasnya.

Sementara pemain PSIM M Rifky mengakui bermain kurang maksimal, sehingga tidak bisa menciptakan gol ke gawang lawan. “Kami minta maaf kepada suporter karena tidak memberikan poin penuh,” jelasnya.

Bermain jauh dari Jogja, seharusnya tidak mempengaruhi semangat bermain skuad Laskar Mataram. Kekalahan dari Blitar United, murni dikarenakan kesalahan pemain. “Ini murni salah kami. Bukan karena statusnya kami bermain di kandang,” jelansya.

Sementara itu Asisten Pelatih Blitar United Bonggo Pribadi menyatakan, kemenangan atas PSIM diraih dari kerja keras para pemainnya. Pemain bisa menjalankan instruksi untuk tetap bersabar menerima gempuran para pemain PSIM. “Kami meminta para pemain bersabar, menunggu kesempatan untuk menyerang,” jelasnya. (bhn/laz/mg1)