KULONPROGO – Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Kantor Pertanahan Kulonprogo akan melakukan Konsolidasi Tanah (Land Consolidation/LC). Langkah tersebut ditempuh untuk penataan ruang. Mengedepankan bentuk, letak, aksesibilitas, dan optimalisasi keuntungan tanah untuk masyarakat.
Salah satu lokasi yang akan diterapkan LC adalah desa di Kecamatan Pengasih. Kepala BPN Kulonprogo Suardi mengatakan Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih ada 125 bidang yang di-LC.

“Kami memulainya dari yang kecil-kecil dulu tahun ini,” kata Suardi, Senin (6/8).

Kajian potensi dan pelaksanaan LC tiga desa di Kecamatan Pengasih dilakukan sebab masyarakat setempat menyetujuinya. Program LC mendesak dilakukan karena kawasan Jogja menuju Kulonprogo bentuknya tidak beraturan.

Dengan pengendalian tata ruang, perencanaan strategis tata ruang nantinya lebih mudah. Apalagi permukiman dan lahan pertanian akan terus mengalami perkembangan.

“Setelah konsolidasi dan pengaturan LC, diharapkan tanah bisa menjadi lebih indah. Saya rasa masih ada ruang untuk menata. Bukan hanya tanah milik pemerintah, melainkan juga tanah swasta dan masyarakat,” kata Suardi.

Menurut dia, LC adalah kebijakan BPN untuk menata tata ruang pertanahan. Targetnya semua tanah yang ada bisa menghadap ke jalan. Desa-desa yang bersangkutan program konsolidasi diharapkan bisa menjadi contoh desa yang lain.

“Konsolidasi tanah dilakukan agar bentuk tanah bisa menghadap jalan sekaligus memiliki fasilitas umum yang bagus. Tidak berantakan dan menyulitkan warga untuk beraktivitas,” kata Suardi.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kulonprogo Heriyanto mengatakan program konsolidasi tanah difokuskan untuk desa-desa yang mengajukan permohonan. “Pengajuan dari desa yang ingin wilayahnya ditata kembali. Nanti kami lihat warga sepakat atau tidak. Kalau sepakat, ditindaklanjuti,” ujar Heriyanto. (tom/iwa/mg1)