GUNUNGKIDUL – Pada 30 Oktober 2018 berlangsung pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Gunungkidul. Sebanyak 30 desa akan menggelar pesta demokrasi dan memiliki pemimpin baru. Melalui kantong APBD dianggarkan biaya pelaksanaan sebesar Rp 2 miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Sudjoko mengatakan, pilkades berlangsung hampir merata di semua kecamatan.

”Kecuali di dua Kecamatan. Yakni, Tepus dan Girisubo,” kata Sudjoko saat dihubungi, Senin (6/8).

Dia berharap, calon kades yang bertarung menjaga keamanan dan ketertiban. Mulai menjelang hingga pascapilkades. Itu untuk menghindari gesekan yang berujung perpecahan. Karena itu pula, Sudjoko meminta seluruh calon memiliki integritas tinggi.

”Agar tidak ada kasus hukum yang menjerat kades seperti beberapa tahun terakhir,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Bina Administrasi Perangkat Desa Bidang Pemerintahan Desa DP3AKBPMD Gunungkidul Kriswantoro mengatakan, pendaftaran pilkades dimulai 5-13 Agustus. Pelaksanaan pilkades dikaver APBD.

“Menelan dana sekitar Rp 2 Miliar. Rinciannya, Rp 30 juta hingga Rp 60 juta untuk masing-masing desa,” kata Kriswantoro menyebut bahwa Kecamatan Playen menjadi wilayah terbanyak yang akan melakukan pilkades di tahun ini. (gun/zam/mg1)