SLEMAN – Dari 9.825 puskesmas di Indonesia, baru 4.912 yang sudah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Berarti kurang dari 50 persen puskesmas yang memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan BLUD untuk peningkatan pelayanan kesehatan.

Hal itu terungkap dalam seminar nasional dan penghargaan BLUD terbaik bertema Peningkatan Kapabilitas Pengelolaan Keuangan BLUD di Platinum Adisucipto Hotel, Sabtu (4/8).
Direktur PT Syncore Indonesia Niza Wibyana Tito mengatakan, persoalan yang menghambat puskesmas belum menjadi BLUD, karena masih banyak pemerintah daerah dan puskesmas belum satu pemahaman terkait dengan filosofi dan fleksibilitas BLUD.

Alasan lainnya, bagi puskesmas yang sudah menjadi BLUD sebagian besar masih kesulitan dalam menyusun rencana bisnis anggaran dan laporan keuangan.
“Karena itu, target puskesmas yang sekarang masih di bawah 50 persen, agar dapat terus bertambah. Sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik di daerahnya masing-masing,” katanya.

Seminar yang dirangkai dengan awarding bagi puskesmas terbaik dan launching sertifikasi tenaga BLUD ini juga menghadirkan Kepala Sub Direktorat Puskesmas Ganda Partogi Sinaga. Selain itu juga Kepala Seksi BLUD Wil 1 Wisnu Saputro, dan perwakilan dari Akademisi Akuntansi Sektor Public Rudy Suryanto.

Syncore Indonesia merupakan lembaga consulting, training, dan pengembangan SDM yang didukung oleh profesional. Awalnya syncore Indonesia merupakan perusahaan konsultan bisnis keuangan manajemen bisnis di beberapa perusahaan swasta, namun seiring perkembangannya Syncore Indonesia memberikan layanan di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum (BLUD).

Sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan, pemerintah memandang perlu peraturan tentang pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. BLUD diharapkan dapat menjadi acuan kepada penyedia pelayanan kesehatan agar berkerja lebih efektif dan efisien untuk melayani kesehatan masyarakat yang lebih baik.
“Jika dilakukan dengan terukur akan mempermudah pelayanan kesehatan,” kata Ganda Partogi.

Penghargaan puskesmas terbaik diberikan atas dasar laporan keuangan BLUD. Kriterianya, ketepatan waktu dalam penyusunan laporan keuangan BLUD, ketepatan waktu dalam mempertanggungjawabkan laporan keuangan, dan keaktifan dalam menjalankan konsultasi online. Penghargaan tersebut diterima puskesmas dari Kota Garut, Kota Madiun, dan Boyolali. (sce/mg3/din/ila/mg1)