GUNUNGKIDUL – Harga daging ayam potong di pasar rakyat berangsur kembali normal. Menyusul kembali normalnya suplai. Diprediksi harga salah satu komoditas tersebut bakal terus stabil.

Wasiyan, seorang pedagang daging ayam di Pasar Argosari mengatakan, harga daging ayam mulai stabil sejak kemarin (6/8). Jika pada 23 Juli 2018 masih menyentuh Rp 50 ribu per kilogram, sekarang turun menjadi Rp 36 ribu per kilogram.

”Harga normal Rp 35 ribu per kilogram,” katanya.

Menurutnya, persoalan ketersediaan menjadi pemicu lonjakan harga. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun. Bahkan sejumlah pedagang memilih berhenti jualan. Lantaran mempertimbangkan untung rugi.

“Jika stok aman sebenarnya tidak masalah,” ujarnya.

Karena itu, Wasiyan meminta kepada pihak terkait agar menjaga pasokan. Apalagi, alur distribusi sebenarnya tidak panjang mengingat sebagian besar daging ayam potong disuplai dari lokal.

”Sekarang penjualan sehari mampu 80 ekor ayam,” ucapnya.

Kepala Seksi Distribusi dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Sigit Haryanto membenarkannya. Berkaca pada tahun sebelumnya, harga daging ayam potong menjelang hari raya kurban biasanya cenderung stabil.

”Acara rasulan juga sudah mulai habis,” kata Sigit menengarai banyaknya agenda rasulan memicu permintaan daging ayam melonjak.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyinggung harga komoditas lain di pasaran. Dalam pantauan dinas, nyaris seluruh harga komoditas cenderung stabil.
”Beras IR 1 di kisaran Rp 11.850 per kilogram. Kemudian harga gula pasir juga stabil di angka Rp 11.800,” sebutnya. (gun/zam/mg1)