SLEMAN – Kepedulian terhadap korban gempa Lombok juga ditunjukkan oleh Mahasiswa NTB yang ada di Jogjakarta. Senin malam (6/8) diadakan doa dan zikir bersama di Asrama Selaparang, Condongcatur, Sleman.

Doa dipilih sebagai salah satu senjata ampuh untuk meredakan derita masyarakat. Penanggungjawab Penggalangan Dana Peduli Gempa Lombok Hasan Gauk mengatakan, masyarakat NTB banyak di Jogjakarta. Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia juga banyak menyampaikan empatinya. Salah satunya, mereka juga ikut penggalangan dana untuk korban gempa.

Ke depan Hasan bersama mahasiswa NTB akan mengadakan doa bersama lintas agama yang akan dipimpin langsung oleh Tetua IKPM Lotim Hasan Basri dengan mengundang seluruh masyarakat di Jogjakarta. “Rencananya diadakan di Alun-Alun Utara atau Titik Nol Km,” jelasnya.

Disinggung soal perizinan, Hasan menegaskan pihaknya sudah mendapat izin dari pemerintah Jogjakarta sejak minggu lalu. Mudahnya akses perizinan, kata dia, karena baik pemerintah dan masyarakat merasakan derita korban gempa Lombok.

“Mereka paham mahasiswa NTB tengah mengupayakan yang terbaik untuk kampung halaman,” jelasnya.

Hingga saat ini para mahasiswa dan pelajar masih mengadakan penggalangan dana bertempat di asrama Lombok Timur.

“Atas kejadian bencana susulan tersebut, maka dari itu kami akan mengadakan aksi penggalangan dana lagi, mengingat dampak yang ditimbulkan sekarang lebih parah dari sebelumnya. Maka semakin banyak kebutuhan masyarakat yang dibutuhkan,” tambahnya.

Neni Wahyu Wulandari, 23, salah satu mahasiswa Lotim (Lombok Timur) menegaskan doa ini dikirimkan bagi keluarga juga saudara yang ada di Lombok. Dia pun ikut serta dalam penggalangan dana. Selain itu, dia juga memberikan sumbangan seperti pakaian layak pakai, uang, selimut, dan obat-obatan. (mg3/ega/ila)