SLEMAN – Masih banyak orang tua yang berpikir menghardik bahkan memukul merupakan salah satu bentuk mendisiplinkan anak. Padahal banyak penelitian memaparkan efek buruk perlakuan tersebut pada anak.

Di budaya Jawa sendiri, ada kearifan lokal dalam mendidik dan mengasuh anak yang didasarkan pada pemikiran Ki Ageng Suryomentaram. Hubungan antara orang tua dan anak dipaparkan dalam Kawruh Pamomong yakni pendidikan untuk anak dengan tujuan agar anak mampu mencapai kebahagiaannya.

Namun sayang, belum banyak orang yang tahu tentang Kawruh Pamomong ini. Berangkat dari situ, Satu Nama dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) mengadakan talkshow interaktif bertema Pengasuhan Anak dalam Keluarga dan Masyarakat Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal.

“Banyak buku teks yang memaparkan ilmu parenting dari luar negeri. Padahal di Jawa sendiri ada Kawruh Pamomong yang dapat diterapkan,” ujar Ketua Panitia Acara dari UST Ryan Sugiharto saat beraudiensi ke kantor Radar Jogja, Selasa (7/8).

Kawruh Pamomong sendiri merupakan usaha ornag tua agar anaknya berkembang raganya hingga beranjak dewasa. Yakn memelihara raga sesuai dengan aturan alam, bukan hasil pikiran, bukan larangan, dan bukan diperintah.

Prinsip pertama dalam Kawruh Pamomong adalah sumenep, yaitu mendidik anak agar paham dan mengerti hal yang benar dan berpikir benar. “Nantinya dalam talkshow akan dijabarkan oleh Dr Budi Andayani MA,” ungkapnya.

Selain itu, juga akan hadir narasumber lain yakni Arist Merdeka Sirait yang akan memaparkan Peran Keluarga, Masyarakat, dan Sekolah dalam Upaya Perlindungan Anak. Juga Titik Muti’ah Phd yang merupakan Dosen Psikologi UST yang membawakan tema Pola Asuh Aman: Parenting Berbasis Asah, Asih, Asuh.

“Acara talkshow ini akan diadakan pada Sabtu (11/8) nanti di Ruang Ki Sarino UST,” jelasnya. (ila)