CILACAP – PSIM Jogja menjadi salah satu pesaing perebutan papan atas Grup Timur Liga 2 Indonesia. Kemenenangan dari Blitar United di Stadion Wijaya Kusuma Cilacap sore ini (6/8), bisa mejaga asa untuk bersaing dengan empat tim lain yang kini berada di atas Laskar Mataram. Keempat tim itu yakni PSS Sleman, Madura FC, PSMP Mojokerto, dan Kalteng Putra.

Saat ini Hendika Arga dkk berada di posisi kelima klasemen sementara dengan nilai 15. Meski meraih tiga poin, PSIM belum bisa beranjak dari klasemen. Namun setidaknya dengan kemenangan nanti, bakal mempersempit selisih nilai, andaikan Kalteng Putra dan PSMP tidak berhasil meraih poin penuh.
Namun upaya Laskar Mataram untuk bisa merebut tiga angka dari Blitar United saat bermarkas di Cilacap nanti, mendapat ujian serius akibat dua pemain kuncinya, Raymond Tauntu dan M Arifin, dipastikan absen karena sakit. ”Raymond terpaksa ditinggal di Jogja, sedangkan Arifin dirawat di RSUD Cilacap,” jelas Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak Minggu (5/8).

Selain Arifin dan Raymond, dua pemain lain juga dipastikan tidak merumput yakni Arief Toeminz Yulianto dan Candra Lukmana. ”Toeminz cedera engkel dan Candara proses penyembuhan pasca kecelakaan,” tambahnya.

Dengan skuad komplet, Hendika Arga dkk terbukti mampu mempermalukan Laskar Kuda Merah –julukan Blitar United– dengan skor 3-1 di hadapan penonton tuan rumah, Stadion Joko Samudro, melalui gol Riskal Susanto, Ismail Haris dan Hendrico.

Meksi tak diperkuat dua pemain kuncinya, Bona tetap yakin skuadnya mampu menampilkan permainan seperti yang diharapkan. Skuad pelapis yang dimiliki, dinilai cukup mumpuni untuk menggantikan posisi keduanya. Apalagi tim parang biru baru saja mendapatkan tiga amunisi anyar yang berposisi di bek, gelandang bertahan, dan striker.

Namun eks bintang PSS Sleman memastikan untuk pemain yang baru bergabung belum akan masuk dalam starting eleven yang akan dimainkan. ”Untuk pemain baru, kemungkinan akan kami mainkan dari bench,” jelasnya.
Maka dipastikan posisi bek tengah berpeluang diisi Nanda Bagus atau Edo Pratama, yang sebelumnya sempat absen, untuk dipasangkan dengan Fandy Edy yang dalam dua pertandingan terakhir mampu menjadi tandem Arifin. Sedangkan untuk pengganti Raymond, masih ada nama Achmad Setiawan. Pemain yang akrab disapa Wawan ini memang kerap tampil sebagai pengganti Raymond. ”Kami masih memiliki pemain sepadan,” tegasnya.

Kemenangan meyakinkan di laga sebelumnya, menurut Bona, belum tentu akan terjadi lagi pada laga hari ini. Namun dia telah mengantisipasi gaya bermain skuad asuhan Bonggo Pribadi, yang memiliki model bermain mengandalkan umpan-umpan direct. ”Lawan Blitar sebelumnya kami sudan antisipasi. Semoga bisa meraih poin penuh,” jelasnya.

Sementara gelandang serang PSIM Jogja Supriyadi menegaskan, meski bermain jauh dari Jogja, dia yakin seluruh rekannya bisa memberikan permainan yang maksimal. Apalagi, pada laga itu status tuan rumah disandang oleh Laskar Mataram. ”Meski main di Cilacap, ini kandang kami,” tegasnya.

Sementara itu pelatih Bonggo Pribadi menyoroti konsentrasi anak asuhnya atas kekalahan di laga terakhr. Menurutnya, kekalahan dari PSIM, banyak disebabkan kesalahan mengorganisasi lini akibat buruknya transisi dan komunikasi pemain. ”Ada persoalan dalam konstrasi skuad kami, terutama dalam mengantisipasi serangan,” jelasnya. (bhn/laz/fn)