SLEMAN – Lustrum XI SMAN 1 Sleman berlangsung meriah. Acara yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-55 SMAN 1 Sleman dihadiri seluruh siswa, hingga alumni tertua, yakni angkatan 1966. Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun turut hadir dalam pagelaran wayang Sabtu malam (4/8).
Muslimatun mengatakan pentas wayang kulit tak sekadar sebagai hiburan. Tapi juga mengandung unsur edukasi. Sekaligus menjadi ajang penyampaian informasi dan sarana komunikasi.

Wayang juga erat kaitannya dengan penanaman nilai moral bagi masyarakat. Lewat lustrum, Muslimatun berharap hubungan kekeluargaan antara sekolah dan alumninya bisa semakin erat. “Lustrum jadi sarana silaturahmi,” tuturnya.
Muslimatun mengimbau alumni tak hanya memotivasi para siswa. Tapi juga memberikan sumbangsih demi kemajuan sekolah. Apalagi SMAN 1 Sleman menjadi sekolah rujukan di Sleman.

Sri Muslimatun mengapresiasi Lustrum XI SMAN 1 Sleman. Apalagi rangkaian acaranya bertema budaya. Beragam kegiatan memeriahkan acara, seperti lomba cerdas cermat, flashmob, permainan tradisional, pentas seni (pensi) bazaar makanan sehat, talkshow, temu alumni, bakti sosial, pentas wayang, sarasehan, hingga lomba karnaval budaya.

“Lustrum kami gelar lima hari pada 1-5 Agustus 2018,” ungkap Kepala SMAN 1 Sleman Hermintarsih di sela penutupan acara kemarin (5/8).

Khusus karnaval budaya, kata Hermintarsih, melibatkan para alumni berbagai angkatan dan siswa. Pelibatan para alumni bukan tanpa alasan.

Tak sdikit alumni SMAN 1 Sleman telah menjadi orang sukses. Dia berharap kehadiran para alumni bisa memotivasi siswa memacu semangat belajar demi meraih sukses masa depan.

“Peran alumni kami memang sangat besar. terutama dalam memotivasi para junior mereka,” ujar Hermintarsih. (har/yog/fn)