KULONPROGO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates memaksimalkan pembangunan infrastruktur fisik tahun ini. Upaya itu dilakukan seiring predikat yang melekat sebagai rumah sakit bertaraf internasional.

Direktur RSUD Wates Lies Indriyati mengatakan anggaran Rp 270 miliar disiapkan untuk melakukan pembangunan. Rumah sakit bertaraf internasional juga seiring dengan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

RSUD Wates akan dilengkapi medical center, ruang Instalasi Gawat Darurat, Poliklinik Radiologi, dan Maternal Perinatal. Poliklinik akan dibangun berdekatan dengan kamar operasi, ICU, ICCU, dan unit stroke.

“Fasilitas pelayanan akan dipusatkan. Jadi pasien tidak perlu berjalan jauh untuk mengaksesnya,” kata Lies Minggu (5/8).

RSUD Wates akan dilengkapi ruang rawat inap VIP, VVIP dan kelas 1. Poliklinik VIP juga akan dikembangkan. Bakal disediakan apartemen untuk dokter, dokter tamu, dokter pasien, residen, mahasiswa co-as, keperawatan dan kebidanan di asrama.

“Gedung yang sudah ada sekarang akan ditata ulang sebagai pengembangan layanan serta pelayanan kelas II dan III,” kata Lies.

Menurut dia, sebagai persiapan, RSUD Wates mulai mengembangkan layanan dengan membentuk tim layanan trauma center. IGD juga akan divasilitasi, sarana prasarana dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cakap untuk menjamin pelayanan IGD prima.

“RSUD ingin menambah layanan bedah jantung. Kalau memungkinkan kami juga ingin membuat satu pusat pelayanan jantung,” kata Lies.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates Agung Sugiharta mengatakan pada 2018 dari anggaran yang dialokasikan Rp 105 miliar. Namun realisasi masih nol.
Penyebabnya, terjadi perubahan perencanaan pembangunan fisik. Namun dia yakin, dalam lima bulan berjalan, anggaran tersebut dapat terserap untuk pembangunan fisik.

Pembangunan RSUD Wates dilakukan multiyears dengan anggaran Rp 270 miliar. Pebiayaan dilakukan dengan sistem sharing, 30 persen dari APBD Kulonprogo, dari APBD DIJ. (tom/iwa/fn)