Target Utama Wujudkan Program Desa Istimewa

SLEMAN-Kepala Desa Sumberharjo, Prambanan, Lekta Manuri terpilih menjadi Ketua Umum Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Suryo Ndadari. Lekta berhasil memperoleh 103 suara dalam pemilihan ketua umum pada Musyawarah Daerah yang berlangsung di Hotel Prima SR Jalan Magelang Km 11 Sabtu (4/8).

Lekta Manuri (VITA WAHYU HARYANTI/RADAR JOGJA)

Lekta menyampaikan, setelah terpilih dirinya akan mewujudkan program yang diharapkan seluruh kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Sleman untuk menjadikan desa sebagai desa istimewa. Dengan mengacu pada UU Keistimewaan bahwasanya Kabupaten Sleman juga merupakan wilayah DIJ, dia ingin desa-desa berikut masyarakatnya bisa mendapatkan pengakuan atas hak-haknya selama ini.

Desa istimewa yang kami maksud adalah adanya berbagai macam adat dan budaya di masing-masing desa bisa disesuaikan dengan spirit UU Keistimewaan berikut pemenuhan hak-hak masyarakatnya dan hak keberadaan desa terkait dengan penetapan, fasilitas perangkat desa, dan dana keistimewaan. “Sehingga tidak ada lagi alasan harus melalui mekanisme yang panjang tetapi bisa langsung dalam pengelolaan APBDes,” jelasnya.

Dengan demikian, desa bisa lebih leluasa dengan tambahan pendapatan yang sah dari dana keistimewaan itu sehingga semua kepentingan masyarakat bisa terakomodir dengan anggaran yang ada di desa.

Satu yang menjadi kendalanya selama ini adalah masalah periodesasi jabatan enam tahun. Menurutnya mulai dari persiapan seorang calon kepala desa dalam pemilihan langsung hingga penyelesaian konflik atau masalah di masyarakat tidak akan selesai hanya dengan dua tahun saja.

Menurutnya, efektif bekerjanya sangat kurang, 2-3 tahun untuk merencanakan pembangunan yang saat ini mengacu dengan adanya uu desa dan petunjuk teknis waktunya sangat mepet terlebih harus semua perencanaan desa disiapkan melalui RPJM, APBDes, dsb yang membutuhkan waktu panjang.

Ketua Paguyuban Dukuh Kabupaten Sleman Sukiman Hadiwijoyo berharap ketua terpilih bisa mewujudkan ide-ide sebagaimana yang dimaksud dan diharapkan bersama. Ke depan dia berharap ketika bisa mewujudkan desa istimewa otomatis kegiatan terkait kebudayaan bisa terbiayai dengan dana keistimewaan. Terlebih Kabupaten Sleman merupakan wilayah dari DIJ.

Lekta berhasil mengungguli empat calon lainnya. Sismantoro dengan perolehan 63 suara, Lekta Manuri 103 suara, Fuad Jauhari Lutfi 4 suara, Rustho Busono 2 suara, Agus Santoso 37 suara, dan 9 suara gugur. (ita/din/mg1)