SLEMAN – Cristian Gonzales yang telah resmi berseragam PSS Sleman menjadi saksi ketangguhan tim Super Elang Jawa-julukan PSS Sleman kala menjinakkan Badai Pegunungan- julukan Persiwa Wamena, 1-0 di Stadion Maguwoharjo Sabtu malam (4/8).
Dengan hasil ini Super Elja berhasil mengemas poin 25 dan berhak atas pemuncak tahta klasemen sementara Liga 2 Wilayah Timur, unggul 1 poin dari Madura FC. Kendati menang, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengaku masih banyak yang harus dibenahi. “Banyak peluang tapi masih ada kesalahan individu dan penyelesaian akhir yang kurang tenang,” kata Seto seusai laga.

LINCAH: Pemain PSS Sleman Rangga Muslim melewati hadangan pemain Persiwa Wamena dalam laga di Stadion Maguwoharjo, Sabtu malam (4/8). (SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA)

Rekrutan anyar PSS, Jodi Kustiawan dan Amarzukih langsung dipercaya bermain sejak menit pertama. Bahkan, Jodi yang sebelumnya bermain untuk Persela Lamongan langsung dipercaya mengenakan ban kapten dan memimpin rekan-rekannya. Kehadiran Jodi untuk sementara memberikan kenyamanan di lini belakang dan menutup lubang yang ditinggalkan Hisyam Tolle.
Inisiatif serangan langsung diambil sejak menit awal permainan. Berulang kali serangan yang dibangun Dave Mustaine dkk mengancam gawang Persiwa. Namun, pemain Super Elang Jawa-julukan PSS kesulitan mengembangkan permainan. Rapatnya pertahanan tim lawan membuat serangan anak-anak Sleman mentah.

Penampilan disiplin barisan pertahanan tim Badai Pegungan masih belum dapat dijinakkan pada babak pertama. Bahkan upaya dari Rangga Muslim yang berusaha menerobos dan dijatuhkan oleh pemain Persiwa di kotak pinalti tidak menarik perhatian wasit Ridwan Pahala.
Persiwa mencoba lebih berani menyerang setelah rehat minum 45 menit pertama. Sesekali upaya anak Wamena membahayakan gawang PSS yang dijaga Yoewanto Stya Beny. Hingga hampir satu jam pertandingan, upaya anak asuh Seto Nurdiyantara masih belum membuahkan hasil. Heading, crossing, bahkan tembakan spekulasi masih membentur benteng tangguh bernama Adek Edo Kurnia sang penjaga gawang.

Seisi stadion akhirnya bergemuruh pada menit ke-68. Gol yang ditunggu datang dari kaki Slamet Budiyono memanfaatkan bola muntah di depan mulut gawang hasil sepakan bebas. Dengan mudah Budi menceploskan si kulit bundar ke gawang yang sudah ditinggalkan kiper. Unggul satu gol tidak membuat Seto puas. Made Wirahadi dan Ilhamul Irhaz masuk menggantikan Tambun dan Dave untuk menambah daya dobrak Super Elang Jawa.

Namun, hingga akhir laga Super Elang Jawa berhasil mengunci kemenangan 1-0 dan merebut puncak klasemen dari Madura FC yang pada pertandingan sebelumnya menuai hasil imbang 1-1 di kandang Persiba Balikpapan.
Seto bersyukur dan segera melakukan evaluasi tim untuk dapat mencapai target lolos Liga 1. Terkait dengan Jodi dan Amarzukih, Seto mengatakan cukup puas dengan performa keduanya walaupun masih perlu dipoles lagi. “Semoga Amarzukih dan Jodi sanggup mengangkat performa PSS,” tambahnya.
Pelatih Persiwa Wamena Suimin Diharja menyoroti kepemimpinan wasit pada pertandingan tadi malam. “Pertandingan bagus hanya kepemimpinan wasit yang kurang bagus hari ini,” kata Suimin. (har/din/mg1)