GUNUNGKIDUL – Seorang pemuda asal Desa Trembesi, Ponjong, Gunungkidul ditangkap polisi setelah kedapatan mengedarkan obat-obatan terlarang. SP,25, ditangkap dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi juga menyita 962 butir pil trihexipenidil serta uang tunai Rp 100 ribu dari tersangka. Kini SP harus menginap di sel prodeo Mapolres Gunungkidul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia disangka dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, penangkapan SP berawal adanya informasi warga yang resah dengan peredaran obat-obatan terlarang. Di antaranya ada yang melapor kepada polisi setempat dan langsung ditindaklanjuti penyelidikan. “Sabtu 4 Agustus lalu sekitar pukul 21.00 anggota patroli ke lokasi adanya dugaan penyalahgunaan obat terlarang,” kata Kasatreskoba Polres Gunungkidul AKP Tri Wibowo Minggu (5/8).

Dugaan itu benar adanya. Sesampai di tempat kejadian perkara polisi mendapati SP alias Kitil sedang menawarkan obat-obatan tersebut kepada warga. Petugas pun langsung menyergap SP yang saat itu membawa dua butir pil terlarang. Polisi lantas mengembangkan penyelidikan dengan mendatangi rumah SP. Di sana kembali ditemukan 960 butir pil trihexyphenidyl dan uang hasil penjualan Rp 100 ribu. Menurut pengakuan tersangka, selama ini dia telah menjual pil setan itu sebanyak tiga ribu butir.

Lebih jauh Tri Wibowo mengatakan, selama periode Januari hingga Juli tahun ini telah terjadi 23 kasus penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang. Pelaku umumnya pemuda berusia 18-25 tahun. Tri menduga, peredaran narkoba di pedesaan dipicu faktor lingkungan dan masyarakat yang kurang peka terhadap dinamika generasi muda. Itulah yang ditengarai menyebabkan longgarnya ruang gerak penyalahgunaan narkoba.

Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, banyaknya kasus narkoba di Indonesia patut menjadi keprihatinan semua pihak. Kejahatan narkotika harus diatasi secara serius. “Generasi muda sebagai estafet penerus bangsa rusak karena narkoba,” ingatnya.

Wakil Bupati Gunungkidul ini melanjutkan, keseimbangan antara pendekatan hukum dan kesehatan menjadi upaya tepat dalam upaya menanggulangi narkoba. Makanya, penegak hukum harus melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku penyalahgunaan narkoba. (gun/yog/fn)