SLEMAN – Perombakan besar di kubu PSS Sleman belum terlihat menjanjikan. Bermain di kandang sendiri Stadion Maguwoharjo, Super Elang Jawa hanya bisa unggul satu bola atas penghuni dasar klasemen Persiwa Wamena.

Pelatih Seto Nurdiantoro merombak hampir setengah komposisi pemainnya. Bahkan dengan berani dia memasang penjaga yang sebenarnya jarang tampil reguler, Yoewanto Stya Beny. Begitu juga dengan dua center back, M Zamzani yang kerap bermain reguler menjadi palang pintu pertahanan pun ditepikan. Posisi Zamzani digantikan Arie Sandy yang diduetkan dengan bek anyar, Jodi Kustiawan.

Pemain yang baru bergabung, Amarzukih, diplot berada di barisan tengah Super Elja. Perombakan juga terjadi pada posisi gelandang serang dengan mempercayakan kepada Rangga Muslim dengan bermain sejak awal menggeser Rifal Lastori.

Sedangkan untuk posisi striker, meski Tambun Naibaho tampaknya aman, bukan tidak mungkin dengan disahkan Christian ‘El Loco’ Gonzales oleh LIB, sebagai pemain PSS Sleman akan menggeser pemain berdarah Batak itu. “Pertimbangan menjadi starter bila menunjukkan progres bagus dalam latihan. Bila baik, maka saya beri kesempatan,” kata Seto.

Maka tak heran pada laga terakhir, Seto memberikan kesempatan pada lima pemain yang jarang tampil reguler di skuad Super Elja. Hanya saja Seto mengaku tidak puas pada permainan tim secara keseluruhan, dikarenakan terlalu banyak membuang kesempatan. Dia pun melihat masih banyak keselahan individu selama 2 x 45 menit.

Sedangkan pemain anyar yang bermain, Seto menilai keduanya sudah memberikan kontribusi yang cukup baik, meski belum maksimal. Keduanya diharapkan bisa mengangkat performa permainan PSS Sleman. “Amarzukih perlu dipoles sedikit,” tambahnya.

Begitu pula dengan Gonzales. Menurut Seto, nama besar pemain naturalisasi itu bukan jaminan untuk bisa terus masuk dalam starting eleven PSS. “Bila dalam latihan progresnya juga baik, otomatis kami mainkan dari awal,” tegasnya.
PSS Sendiri kini berada di puncak klasemen sementara Grup Timur Liga 2 setelah mengudeta Madura FC yang hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persiba Balikpapan. Dengan skuad yang dimiliki di putaran kedua, PSS memang ditargetkan naik kasta ke Liga 1.

Seto pun meminta kepada anak asuhnya untuk tetap fokus mempertahankan performa agar tidak tergelincir. “Ketika ada di puncak, maka banyak goncangan. Tetapi bila berada di puncak terus, itu bagus,” jelasnya.

Setelah melawan Persiwa, Dave Mustaine dkk sudah ditunggu pesaing berat Madura FC di Stadion Sumenep. Kemenangan akan sangat berarti menjaga jarak selisih poin dengan tim asal daerah penghasil garam itu. Selanjutnya, skuad Super Elja akan vakum selama hampir sebulan seiring pelaksanaan Asian Games di Jakarta-Palembang. (bhn/laz/fn)