PURWOREJO – Destinasi wisata dan spot kepahlawanan di wilayah Kabupaten Purworejo menjadi rute utama kegiatan family gathering alumni SMAN 1 Purworejo tahun 1992 yang tergabung dalam Muda Ganesha (MG) 92, akhir pekan lalu. Mengerahkan sedikitnya 11 kendaraan Jimny Katana berbagai model, mereka bisa mengunjungi beberapa destinasi yang relatif berat di kabupaten ini.

Salah satu pemrakarsa Anggit Wahyu Nugroho mengungkapkan, kegiatan yang dilangsungkan di bulan Agustus itu memang sengaja dikaitkan dengan nilai kepahlawanan. Dari beberapa anggota yang mengikuti, ternyata sebagian di antaranya belum pernah mengunjungi tempat yang bernilai sejarah itu.
Keberadaannya dalam organisasi Suzuki Katana Jimny Indonesia [SKIn] Purworejo, Anggit mengaku pihaknya mengajak teman-teman alumninya di SMAN 1 Purworejo untuk memanfaatkan kendaraan yang ada. “Kendaraan yang diturunkan adalah yang sudah teruji dari sisi safety, kode etik jip wisata, perizinan dan lainnya. Harapan kami, teman-teman kami yang terlibat dari luar kota bisa menjadi bagian dari promosi Purworejo,” jelas Anggit.

Khusus dalam kegiatan itu sendiri, rombongan berangkat dari kawasan Jalan Ksatrian atau sekitar markas Batalyon Mekanis 412 Purworejo, selanjutnya menuju makam Sarwo Edhie Wibowo dan meluncur ke kawasan Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing. Somongari sendiri merupakan tempat kelahiran dari pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman.

Dari wilayah Kaligesing, mereka bergerak menuju ke arah Kecamatan Kemiri dan memanfaatkan jalan provinsi menuju ke Kecamatan Bruno yang pernah menjadi kantor sementara Provinsi Jawa Tengah. Dua tempat wisata utama di kecamatan itu yakni Curug Gunung Putri di Desa Cepedak dan Bukit Khayangan di Desa Giyombong, menjadi tempat akhir kegiatan.

“Dua tempat wisata baru di Bruno itu cukup menarik dan teman-teman sebagian masih belum mengetahui secara detail. Mereka paham baru sebatas dari sosial media,” tambah Anggit.

Salah seorang peserta, Esti Nurhayati mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan itu. Memanfaatkan waktu liburan di tengah kesibukannya menjadi tenaga kesehatan di Arab Saudi, kepulangannya bisa bersamaan dengan kegiatan dengan teman sekolahnya.

“Terus terang sampai Bruno itu baru kali ini saya lakoni. Dan kesempatan liburan ini, saya ajak serta anak dan suami untuk menikmati panorama Purworejo yang belum pernah saya kunjungi satu per satu,” kata Esti.
Ditambahkan, menikmati perjalanan menggunakan kendaraan dengan spesifikasi khusus juga menjadi pengalaman istimewa. Sempat merasa ngeri, namun ia menilai menaklukkan medan seperti di Bruno memang lebih cocok menggunakan kendaraan jenis tertentu. (udi/laz/fn)