MAGELANG – Sudah beroperasi dan mampu menampilkan pertunjukan yang lumayan menawan, tetapi kini justru dipertanyakan penganggarannya. Itulah nasib proyek dancing fountain atau air mancur menari di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, yang saat ini harus berhenti sementara operasionalnya untuk perbaikan serta pemeliharaan. Kalangan dewan memilih pasang kuda-kuda, dengan menyatakan tidak tahu-menahu soal anggarannya.

“Kami sudah sidak (inspeksi mendadak) proyek dancing fountain Kamis (2/8) lalu. Intinya, proyek itu ada dan sempat banyak dipertanyakan masyarakat karena berhenti serta ditutup banner. Lebih dari itu, kami juga pertanyakan kenapa anggarannya bisa muncul, padahal saat pembahasan di Komisi C sudah kami coret,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Magelang Moch Haryadi Minggu (5/8).

Pensiunan PNS yang memilih terjun ke politik ini mempersilakan wartawan koran ini menelusuri penganggaran proyek tersebut di Komisi C maupun Badan Anggaran. “Air mancur itu proyek di Dinas Lingkungan Hidup, itu merupakan OPD yang berada di Komisi C. Silakan tanya anggota lain jika saya dianggap bohong soal tidak adanya pembahasan lebih lanjut di Komisi C setelah dicoret. Tetapi kemudian bisa muncul lagi dan jadi proyek yang kini banyak dipertanyakan masyarakat,” tutur Haryadi.

Keterangan lebih panjang dan jelas diberikan Wakil Ketua Komisi CAktib Sundoko. Menurut pria yang saat ini menjabat Ketua DPC Nasdem Kota Magelang, anggaran dancing fountain sempat ditolak Komisi C. Salah satunya karena awalnya hanya akan dianggarkan Rp 1 miliar-Rp 2 miliar, kemudian saat muncul lagi sudah berubah menjadi Rp 4 miliar-Rp 5 miliar.

“Karena angkanya sangat besar, kami meminta untuk dicoret saja. Tetapi kemudian muncul wacana kalau proyek itu akan dibiayai oleh Pemprov Jateng. Ya, kami monggo saja kalau anggarannya dari provinsi,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Aktib, dirinya meminta agar dancing fountain tidak ditempatkan di Alun-Alun. Karena kawasan tersebut tidak cukup luas atau hanya memiliki space yang terbatas.

“Karena Alun-Alun space-nya terbatas, maka kami minta kalau memang benar dianggarkan oleh provinsi, agar tidak di sana. Nyatanya, tetap di Alun-Alun,” ujar Aktib yang bersama Haryadi melakukan sidak Kamis lalu.

Seperti diketahui, dancing fountain pembangunannya menelan anggaran Rp 4,9 miliar dan diresmikan tepat pada malam tahun baru 2018 oleh Wali Kota Sigit Widyonindito. Namun dalam beberapa hari ini pertunjukan air mancur menari dihentikan, dan area yang berisi kolam dengan panjang 72 meter serta lebar 6,5 meter itu ditutup. Penutupan air mancur ini membuat masyarakat bertanya-tanya, termasuk Komisi C DPRD Kota Magelang, hingga perlu melakukan sidak.

“Memang kami hentikan pertunjukannya dan lokasi ditutup, karena sedang perawatan. Hanya untuk sementara guna penyempurnaan saja,” kata Kasi Pertamanan dan PJU Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Magelang Yetty Setyaningsih.

Soal penganggarannya, Yetty mempersilakan koran ini bertanya kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mahbub Yani Arfian selaku pengguna anggaran. “Iya memang saya PPK (pejabat pembuat komitmen) proyek itu. Tetapi yang paham soal anggarannya, ya pak kepala dinas. Dia kan pengguna anggaran,” tandas Yetty. (dem/laz/fn)