JOGJA – Sahabat Radar Kid sering jajan tidak di kantin sekolah? Bagi yang suka jajan tetap harus pilih-pilih, utamakan membeli makanan yang bersih. Seperti yang dijajakan di beberapa kantin sekolah ini.

Makanan sehat bagi anak-anak merupakan hal yang sangat penting. Peran sekolah untuk terus memberikan asupan gizi bagi siswa harus terus dilakukan, mengingat sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak.

Di sekolah, kantin menjadi tempat untuk membeli jajanan. Pengelola kantin mendapatkan pemahaman untuk menjual makanan dan minuman yang aman bagi anak. Salah satunya di Kantin Sekar Wangi di SD Lempuyangwangi.
Sekolah yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk, Jogja ini merupakan salah satu sekolah yang melakukan pengawasan menu di kantinnya.

Menurut penjaga kantin Desi Wahyu, pihak sekolah membatasi jenis makanan yang dijual di kantin. “Makanan instan tidak boleh dijual di kantin ini,” ujarnya ditemui belum lama ini.

Untuk makanan yang dijual di kantin Sekar Wangi berupa nasi goreng, sate telur, macam-macam gorengan, donat, kentang goreng, dan beberapa macam kue tradisional. Sedangkan untuk minumannya hanya es teh, susu, dan jeruk.
“Pihak Puskesmas dan sekolah sering mengadakan sidak jualan di kantin Sekar Wangi,” ungkapnya.

Kepala SD Lempuyangwangi Sutji Rochayati mengungkapkan, setiap bulannya pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk rutin melakukan uji kesehatan pada makanan yang dijual.

Sutji menuturkan, pihak sekolah juga berhak menentukan jenis makanan apa yang boleh dijual di kantin sekolahnya. Selain melakukan pengawasan, pihak sekolah juga membatasi penjual makanan yang ada di luar sekolah, karena ditakutkan makanan yang dijual tidak aman bagi anak-anak.

“Ketika berada di lingkungan sekolah anak-anak kami anjurkan untuk tidak membeli jajanan di luar gerbang,” ujarnya.

Sutji mengatakan, pemberian edukasi tentang makanan sehat kepada anak-anak juga sering dilakukan oleh sekolah. Memberikan pemahaman tentang memilih makanan yang aman dan bergizi untuk anak, menurut Sutji, sangat penting. Sebab, anak-anak belum bisa menentukan makanan mana yang aman dikonsumsi.

“Agar ketika di luar sekolah anak-anak juga bisa memilih makanan yang baik,” ujarnya. (cr5/ila)