PERJUANGAN: Keindahan danau semakin nyata ketika sang surya muncul dari arah timur. Ingin
menikmati keindahan seperti ini? Harus bisa bangun jam 04.00 dari jogja menuju rowo jombor. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

BAGI pecinta dunia fotografi, Rowo Jombor di Klaten Jawa Tengah, menjadi pilihan spot yang wajib didatangi. Terletak di Dukuh Jombor, Desa Krakitan Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, spot ini menawarkan keeksotisan tersendiri. Mulai dari berburu pemandangan di pagi buta, sunset, sunrise, nelayan getek bambu hingga keramba apung.

Kawasan tersebut terkenal sebagai waduk yang sangat luas. Panjang dari sisi ke sisi mencapai 7,5 kilometer. Dari sisi barat menyajikan keindahan terbitnya matahari. Begitu pula sebaliknya, dari sisi timur tersaji keeksotisan datangnya sang senja.

“Waktu tepat berburu foto di sini itu harus melihat patokan jam. Kalau berburu matahari terbit usahakan sebelum jam 6 pagi datangnya. Matahari akan keluar dari sela-sela perbukitan sisi timur. Semakin apik karena pantulannya tercermin di permukaan air,” jelas salah seorang penggiat fotografi Wicaksono Haryo Pamungkas, 31.

Wicak, sapaan Wicaksono, mengatakan jika ingin mendapatkan foto bagus harus berjibaku untuk hasil yang menawan. Setidaknya berangkat dari Jogjakarta sekitar pukul 04.00. Sembari menunggu munculnya sang surya dapat berburu nelayan getek bambu mencari ikan.

Setiap pagi para nelayan berburu ikan menggunakan sampan bambu atau getek mengarungi luasnya Rowo Jombor. Perburuan dengan alat tradisional berupa jaring terlihat menarik diabadikan.

“Para nelayan tersebut biasanya berkumpul di sisi selatan hingga timur yang juga menjadi sentra keramba ikan. Momen yang paling ditunggu saat nelayan melintasi pantulan sinar matahari. Kombinasi refleksi dari sinar matahari dan siluet nelayan ini yang patut dinanti,” ujar Wicak.

Rowo Jombor memiliki kedalaman antara empat hingga lima meter. Jumlah tampungan air di waduk ini bisa mencapai empat juta meter kubik. Fungsinya beragam, mulai menampung air dari sungai-sungai di sekitarnya, mengendalikan banjir dan mengairi sawah-sawah di sekelilingnya.

Seiring perkembangan waktu spot ini menjadi objek wisata unggulan Klaten. Terbukti mulai banyaknya warung apung di sisi utara. Usai berburu foto, pas mencicipi beragam kuliner ikan air tawar khas Rowo Jombor.

“Paling enak memang naik motor karena mobilitasnya lebih tinggi. Bisa memutari area Rowo Jombor dari sisi ke sisi, apalagi memang melingkar bentuknya. Untuk kamera kalau bisa pakai lensa yang bisa memotret jarak jauh, tapi landscape juga bagus,” kata Wicak.

Untuk menuju Rowo Jombor mudah. Dari Kota Klaten menuju by pass ruas jalan Klaten sisi selatan. Jika dari sisi barat menuju pertigaan Bendo Gantungan, Desa Sumberejo ke selatan melalui Desa Danguran, Desa Glodogan, Desa Jimbung dan berakhir di Rowo Jombor.

Jika melaju dari timur bisa melalui Stasiun Klaten, by pass Klaten, langsung menuju Terminal Klaten. Lalu menuju Kelurahan Buntalan, Desa Jimbung dan berakhir di Rowo Jombor. (dwi/iwa/mg1)

GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA
GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA