MAGELANG – Tampilan dancing fountain atau air mancur menari di Alun-Alun Kota Magelang bakal semakin keren, setelah perbaikan dan pemeliharaan beberapa hari ini. Bakal dijanjikan air mancur itu bakal lebih menggelegar dengan dipasangnya sound system seperti air mancur serupa di Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta. Masalahnya, anggaran untuk pengadaan alat itu baru diusulkan pada RAPBD Perubahan 2018, yang saat ini pembahasannya sedang digodok di DPRD Kota Magelang.

“Untuk musik, bahkan kami usulkan di anggaran perubahan agar penyempurnaan di sound system-nya. Inginnya suara yang keluar lebih menggelegar seperti di GBK Jakarta,” kata Kasi Pertamanan dan PJU Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang Yetty Setyaningsih, Jumat (3/8).

Penampilan yang lebih keren adalah upaya Pemkot Magelang dalam penghentian sementara pertunjukan air mancur menari yang baru sekitar tujuh bulan beroperasi. Penutupan kawasan air mancur dengan menggunakan banner atau spanduk berbahan vinyl atau tepatnya bahan metromedia technologies (MMT), agar perbaikan dan pemeliharaan alat bisa aman dan terhindar dari gangguan. Mengingat banyak kabel dan peralatan yang berbahaya dan gampang rusak. “Pekerjaannya kan cukup rumit. Ada narik-narik kabel segala. Ya, sebaiknya ditutup,” tuturnya.

Ditegaskan Yetty, setelah beroperasi beberapa waktu, dancing fountain butuh perbaikan dan pemeliharaan. Hal ini yang mendorong ia melakukan kontrak kerja dengan masa pemeliharaan hingga 22 September 2018, untuk pekerjaan yang selesai akhir Desember 2017. Termasuk belum mencairkan uang jaminan pemeliharaan yang merupakan kewajiban dalam suatu proyek. “Jaminan pemeliharaan masih kami tahan. Belum kami cairkan,” tuturnya.

Masyarakat diminta tidak perlu khawatir, karena penghentian ini hanya bersifat sementara. Masa perbaikan dan perawatan tersebut diperkirakan selesai dalam 10 hari atau maksimal dua pekan. Penyempurnaan bertujuan agar gerakan air mancur menari lebih bagus lagi dan makin selaras dengan musik yang dimainkan. “Kami ingin yang terbaik,” ujar Yetty.

Seperti diketahui, dancing fountain yang dalam pembangunannya menelan anggaran Rp 4,9 miliar ini baru diresmikan tepat malam tahun baru 2018 lalu oleh Wali Kota Sigit Widyonindito. Namun beberapa hari lalu ikon baru dengan panjang sekitar 72 meter dan lebar 6,5 meter ini berhenti beroperasi dan ditutup. Hal ini membuat masyarakat bertanya dan berujung sidak dari Komisi C DPRD Kota Magelang.

“Sebenarnya sudah ada tulisannya kalau air mancur menari ini sedang perbaikan, tapi mungkin kurang terbaca. Kalau ada usulan dipasang papan pengumuman, coba nanti kami usahakan ada,” tegas Yetty.

Sebelumnya, sejumlah anggota Komisi C meninjau lokasi air mancur menari yang ditutup sementara itu, Kamis (2/8). Para wakil rakyat ingin memastikan penutupan ini dalam rangka apa, karena wahana ini terbilang baru.

“Saya banyak ditanya konstituen soal penutupan air mancur menari ini. Dari pada tidak bisa menjawab ketika ditanya, maka kami inisiatif meninjau ke lapangan. Dari situ kami tahu kalau yang diperbaiki ternyata kabelnya,” tutur anggota Komisi C Moch Haryadi.

Senada disampaikan anggota lainnya, IG Sutarman yang turut dalam peninjauan. Ia pun menyarankan OPD terkait untuk memasang pengumuman yang besar agar terbaca oleh masyarakat, sehingga dapat diketahui alasannya ditutup. “Sebaiknya ada papan pengumuman yang besar, seperti informasi jadwal pertunjukannya,” tandas Sutarman. (dem/laz/mg1)