GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul bertekad menyukseskan program imunisasi measles-rubella (MR). Dinkes pun melakukan berbagai pendekatan. Seperti menggandeng tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga kantor urusan agama. Sebab, hingga sekarang sebagian masyarakat masih ada yang melakukan penolakan. Lantaran dianggap tidak sesuai dengan ajaran kepercayaan mereka.

”Karena imunisasi lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya. Terutama untuk pencegahan penyakit,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Priyanta Madya saat dihubungi Jumat (3/8).

Dikatakan, Agustus ini merupakan bulan imunisasi nasional. Imunisasi MR menyasar anak kelas 1 sekolah dasar (SD). Lalu imunisasi HPV (human papilloma virus) bagi anak kelas 6 SD. Itu untuk mencegah kanker rahim.

“Target sasaran dari imunisasi MR berjumlah 761.611 siswa. Sedangkan untuk imunisasi HPV berjumlah 4.717 anak,” ucapnya.

Disinggung mengenai isu lama mengenai vaksin palsu, Priyanta mengimbau masyarakat untuk datang langsung ke puskesmas. Agar mereka mengetahui bahwa vaksin diperoleh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengungkapkan hal senada. Dia menyebut sebagian penolakan datang dari sejumlah pondok pesantren di Nglipar dan Playen. Meski begitu, Dewi menegaskan bahwa program imunisasi bakal terus berjalan. Agar realisasi program mencapai target.

”Penolakan sebagai proses dinamika di lapangan,” ujarnya. (gun/zam/mg1)