JOGJA – Sebanyak 230 pembalap akan berkompetisi di ajang balap sepeda nasional bertajuk The Sultan Criterium 2018, di Stadion Sultan Agung (SSA) pada 4-5 Agustus. Pada ajang tersebut, diperebutkan piala raja bagi untuk kategori man elite.

Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) DIJ Wawan Hermawan menjelaskan The Sultan Criterium 2018 merupakan event balap sepeda terbesar di Jogjakarta. Pada ajang tersebut akan diperebutkan Piala Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X. ”Yang terpenting dari ajang ini adalah bisa menjaring bibit-bibit unggul atlet balap sepeda DIJ,” kata Wawan, Jumat (3/8)
Selama dua hari tersebut, digelar kejuaran daerah di hari pertama.

Sedangkanuntuk hari kedua kejuaran terbuka. Berbagai macam kelas seperti push bike, fixed gear dan roadbike criterium akan diperlombakan. Para peserta yang terlibat, berasal dari 30 kota dari delapan provinsi. Selain tuan rumah DIJ, juga Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI, Jakarta, Bali dan Sulawesi Selatan. ”Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi penyumbang peserta terbanyak,” sebutnya.

Dia berharap ajang Piala Raja yang didukung sepenuhnya oleh Pemprov dan Koni DIJ ini menjadi ruang para atlet muda untuk unjuk gigi. Apalagi, selama ini Jogjakarta memiliki sejarah cukup baik dalam menghasilkan atlet-atlet balap sepeda yang cukup handal. ”Kami ingin event ini menjadi kegiatan tahun yang membawa gairah balap sepeda di DIJ,” jelasnya.

Sekretaris Umum ISSI Putra Pradana mengatakan, tidak hanya diikuti pembalap pemula, team continetal seperti KFC Cyling dan PGN Cycling tim yang kerap ikut kompetisi internasional akan terlibat dalam ajang tersebut.

Selain itu delapan atlet tengah mengikuti pusat pelatihan daerah pun turut andil meguji kemampuan. ”Ada juga seorang atlet asal sepeda asal Mongolia yang tengah berada di Indonesia ikut serta dalam kejuaraan ini,” terangnya. (bhn/din/mg1)