KULONPROGO – Direktorat Intelkam Polda DIJ menggelar sosialisasi penangkalan penyelundupan orang (smuggling) di Pantai Trisik, Banaran, Galur, Rabu malam (1/8). Pantai tersebut dinilai sebagai lokasi yang rawan praktik smuggling.

‘’Kawasan Pantai Trisik juga dinilai rawan terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme,’’ kata Kepala Unit A Subdit 4 Ditintelkam Polda DIJ Kompol Riyanto.

Para nelayan yang diberi pemahaman smuggling adalah nelayan Kelompok Tani Maju II Trisik. “Pantai Trisik strategis untuk perdagangan manusia. Kami meminta kewaspadaan nelayan. Termasuk menangkal paham radikalisme,” kata Riyanto.

Pantai Trisik memiliki topografi pantai landai. Banyak nelayan yang aktif melaut di sana. Nelayan pun rentan dengan praktik penyelundupan manusia. Sebab saat laut tenang, perahu bisa masuk maupun keluar dengan mudah.

“Kami minta nelayan waspada. Jangan mudah tergiur tawaran uang jika ada yang membujuk mengantarkan orang ke tengah laut. Harus curiga dengan orang asing atau pendatang baru,’’ kata Riyanto.

Curiga merupakan bentuk kewaspadaan terhadap praktik smuggling. ‘’Jika ada yang mencurigakan segera lapor ke aparat terdekat, Polsek atau Babinkamtibmas untuk segera ditangani,” pinta Riyanto.

Kasus perdagangan manusia biasanya memiliki backing. Modusnya mengiming-imingi nelayan dengan uang untuk memuluskan niat menjual orang dengan meminta membawa korban ke tengah laut. Biasanya sudah ada kapal yang menunggu.

“Kasus pada 2015 di Samas. Untung nelayan setempat sigap. Upaya perdagangan orang digagalkan. Kearifan lokal cukup baik, nelayan bias kompak,” kata Riyanto.

Menangkal paham radikalisme dan terorisme kegiatan siskamling harus dipertahankan. “Minimal warga melapor jika ada orang yang mencurigakan,” kata Riyanto.

Ketua Kelompok Tani Maju II Trisik Banaran Suradi mengatakan ada 26 nelayan anggotanya yang aktif melaut saat gelombang tidak tinggi. “Setelah mendengar penjelasan ini kami akan meningkatkan kewasadaan. Bila ada yang mencurigakan kami melapor. Kami aktif siskamling setiap malam,” ungkap Suradi.

Pantai Trisik termasuk ramai pengunjung saat musim liburan. “Malam Minggu banyak yang dating. Ada yang mancing dan tujuan lain. Kami biasanya ronda di pos dekat jalan, setiap jam keliling bergantian,” kata Suradi.

Dia membenarkan, Pantai Trisik saat gelombang landai memungkinkan perahu mudah sampai ke tengah laut. “Namun belum ada kasus penyelundupan manusia,” kata Suradi. (tom/iwa/mg1)