SLEMAN – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mafilindati Nuraini mengatakan Taman Denggung belum layak anak. “Tahun kemarin sudah dilakukan penilaian. Namun belum ramah terhadap anak,” kata Mafilinda, Kamis (2/8).

Dikatakan, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Seperti tangga yang pijakannya disesuaikan dengan usia anak. Wahana permainan juga harus disesuaikan dengan usia anak.

Selain itu juga harus ramah terhadap difabel. “Jadi setiap taman bermain itu dikonsep berdasarkan usia juga,” kata Mafilinda.

Taman Denggung lokasinya strategis di pinggir Jalan Magelang. Namun fasilitas dan keamanan di sana kurang memadai. Masih belum memenuhi kategori tempat bermain yang layak untuk anak.

Fasilitas bermain di Taman Denggung banyak yang rusak. Bahkan tempat sampah sebagian hilang dan menyisakan kerangka besi.

Salah seorang pengunjung, Ponijan, 53, mengatakan penataan Taman Denggung belum rapi dan masih semrawut. Dia khawatir juga dengan instalasi kabel yang tidak rapi.

Terutama di toilet yang sudah tidak difungsikan terdapat stop kontak yang mudah dijangkau anak-anak. “Takutnya anak-anak penasaran dan menyentuh kabelnya dan kesetrum,” kata Ponijan.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup Sleman Junaidi mengatakan Taman Denggung bising dan berpolusi tinggi. “Membuat Taman Denggung belum ramah anak,” kata Junaidi.

Warga juga banyak yang merokok sembarangan. Padahal merokok dekat anak tidak boleh. “Wifi gratis sebenarnya juga tidak boleh di taman khusus anak,” kata Junaidi.

Pihaknya akan terus melakukan upaya pemeliharaan Taman Denggung. Meliputi penambahan wahana permainan, tempat ibadah dan fasilitas penunjang lain.

Dikatakan, untuk sementara Taman Denggung masih difungsikan sampai taman baru selesai dibangun. “Kami masih berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Junaidi. (har/iwa/mg1)